Vaksinasi COVID-19 Lansia Lambat, Inikah Penyebabnya?


Jakarta

Seseorang yang sudah memasuki lanjut usia (lansia) merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan jika terinfeksi COVID-19. Maka dari itu, vaksinasi pada lansia terus digalakkan pemerintah.

Seperti yang diketahui, vaksinasi COVID-19 untuk lansia sudah dimulai sejak Februari 2021 tetapi pemerintah mengakui cakupan vaksinasinya masih rendah.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan geriatri dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Kuntjoro Harimurti, menjelaskan ada beberapa kemungkinan penyebab cakupan vaksinasi COVID-19 pada kelompok lansia berjalan tak secepat kelompok usia lainnya.

“Kalau menurut saya, pertama masalah utamanya yakni pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap vaksinasi ini. Kemudian yang kedua, berkaitan dengan masalah kesehatan lansia,” ungkap dr Kuntjoro dalam diskusi daring yang disiarkan BNPB beberapa waktu lalu.

Ketika hendak menerima vaksinasi COVID-19, banyak lansia mengkhawatirkan komorbid atau penyakit penyerta yang mereka miliki. Seperti yang diketahui, usia lanjut memang mudah memiliki komorbid.

“Komorbid seperti diabetes melitus, darah tinggi, jantung, dan ginjal lebih sering ditemukan pada lansia dibandingkan kelompok usia muda,” terang dr Kuntjoro.

Namun ia menegaskan, komorbid pada lansia bukan kontraindikasi pemberian vaksin COVID-19. Lansia pemilik komorbid bisa mendapatkan vaksin COVID-19 asalkan dalam kondisi terkendali.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dr Sri Rezeki Hadinegoro juga mengingatkan pentingnya vaksinasi COVID-19 bagi lansia.

“Tujuan vaksinasi adalah membentuk kekebalan terhadap infeksi penyakit yang berat. Untuk membentuk kekebalan membutuhkan respons imun yang baik,” terangnya.

Simak Video “Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

Leave a Reply

Your email address will not be published.