Ahli Gizi UNS Beri Tips Kontrol Asupan Gula dan Garam Secara Benar


KOMPAS.com – Konsumsi gula dan garam bisa meningkat di kala pandemi Covid-19 ini. Sebab, masyarakat tak berhenti-henti makan dan minum, baik yang mereka buat sendiri maupun beli dari luar.

Konsumsi makanan dan minuman yang banyak, karena rutinitas yang padat selama work from home (WFH).

Baca juga: SBMPTN 2022, Berikut Cara Registrasi Akun LTMPT Siswa dan Syaratnya

Selama mengkonsumsi, masyarakat tidak memperhatikan nutrisi maupun jenis makanan atau minuman yang tidak sehat.

Padahal, kata Ahli Gizi RS UNS, Banun Ma’rifah, perilaku makan yang tidak sehat, maka berdampak tidak baik bagi kesehatan.

Itu karena, makanan atau minuman yang memiliki kadar gula dan garam berlebihan, maka bisa mendatangkan berbagai penyakit dalam tubuh.

“Risiko kalau gulanya berlebihan akan meningkatkan diabetes melitus atau banyak orang lebih umum menyebut penyakit gula,” ucap Banun dikutip dari laman UNS, Selasa (15/2/2022).

Sedangkan jika asupan garam tidak terkendali, bahkan sampai berlebihan dapat mengakibatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Nah, karena kebanyakan orang tidak begitu memperhatikan asupan gula dan garam dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi, Banun memiliki tips agar bisa mengontrolnya.

Pertama, dia menyarankan orang-orang untuk mematuhi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca juga: UPN Veteran Jakarta Buka Kuota Mahasiswa Baru dari SBMPTN 50 Persen

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Taun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.