Bisnis tidak selalu tentang berjuang dan pantang menyerah untuk mempertahankan, ada kalanya kamu harus berlapang dada untuk merelakan.

Bijak melepaskan tidak sama dengan mudah menyerah. Ketika memutuskan mundur atau berhenti, mungkin sebagian orang akan berpikir kamu orang yang malas berjuang. Padahal, keputusan menutup bisnis tentunya berdasarkan pemikiran yang matang. Jika kamu tengah berada di keraguan, mungkin 4 tanda ini bisa membantumu mengambil keputusan untuk menutup bisnismu dan membuat rencana langkah baru.

Kamu tidak lagi mengenali dirimu

Tujuan seseorang mendirikan bisnis selain mencari keuntungan tentunya juga menjadi pribadi yang lebih baik. Yang berbahaya, ketika bisnismu sudah di ujung jurang, dan kamu merasa tidak lagi mengenali dirimu sendiri. Kamu pun bekerja keras melebihi batas kemampuan, hingga kamu melupakan kewajiban-kewajibanmu yang lainnya di peranmu yang lain, seperti di keluarga, misalnya. Ini bisa menyebabkan masalah yang cukup besar di kehidupan pribadimu.

Karyawan “kunci” mu pergi

Kamu tentu akan merasa depresi ketika karyawan pentingmu yang juga merupakan ahli strategi memilih untuk mengundurkan diri. Ketika itu terjadi, coba tanyakan dirimu sendiri, apakah selama ini kamu sudah memperlakukan karyawanmu dengan baik? Apakah kamu sudah menggaji mereka dengan layak?

Belajar untuk memahami berbagai masalah yang muncul dan selesaikan masalah-masalah itu jika kamu ingin menyelamatkan bisnismu. Jika sudah tidak bisa diperbaiki lagi, mungkin sudah waktunya untuk berhenti. Bisa jadi, karyawanmu yang pergi karena melihat bisnismu tidak bisa bertahan untuk jangka panjang.

Tanyakan ke karyawan-karyawanmu bagaimana pendapat mereka tentang bisnis yang kamu buat ini dan apa saran-saran dari mereka. Karyawan penting hanya akan pergi ketika mereka merasa tidak dipedulikan, atau mereka merasa tidak ada masa depan yang cerah dari perusahaanmu sehingga mereka mencari tempat lain yang lebih terjamin.

Next: Kamu mencintai produkmu melebih konsumenmu