via Instagram @irzanraditya
via Instagram @irzanraditya

H: Apa saja aktivitas Irzan sehari-hari?

IR: Di kantor, ya delegating, empower team juga. Fundraising, ketemu mitra strategis, klien, investor. Saya juga suka baca buku yang bermanfaat untuk profesi saya dan yang menginspirasi.

H: Apa buku yang dirasa paling menginspirasi?

IR: The Hard Thing About Hard Things: Building a Business When There Are No Easy Answers  (2014) yang ditulis Ben Horowitz. Kenapa saya suka, karena buku itu kayak ngasih lihat sisi kelam entrepreneur, tentang bagaimana menghadapai tantangan dan sebagainya.

H: Sebagai entrepreneur merasa penting nggak untuk baca buku?

IR: Penting banget. Karena saya juga perlu banyak berlajar. Bisa dibilang saya ini first time entrepreneur. Baca buku itu bisa buka pikiran kita. Yang tadinya nggak tahu jawaban bisa kita dapatkan di sana. Selain buku, yang penting juga adalah mentor, yang bisa membantu kita.

H: Apa hal terburuk yang pernah dialami selama menjadi pebisnis?

IR: Saat Yesboss pivot dan kami berubah menjadi Kata.AI, kami layoff sampai lebih 80 pegawai. Dari sekitar 100 orang menjadi kurang lebih 12-an orang. Itu salah satu hal yang berat bagi saya. Tapi, kita harus selalu siap mental.

H: Bagaimana Irzan menghadapi atau menyikapi hal-hal buruk itu?

IR: Sikap mental yang positif harus dilatih. Mental harus sekuat baja. Cara melatihnya kalau saya, tiap pagi meditasi. Itu lumayan membantu. Kadang juga olahraga. Itu bisa membuat kita punya mood yang bagus untuk memulai hari.

H: Apa purpose pribadi dari Irzan?

IR: Saya ingin membuat hidup manusia lebih mudah dengan teknologi. Saya ingin empower people lewat teknologi.

H: Apa makna sukses bagai Irzan?

IR: Orang sukses itu ketika dia berguna dan memberi manfaat bagi orang lain.

Next: Cara Irzan Raditya menyikapi kegagalan