Baik dalam bermusik maupun berbinis, Irzan Raditya ingin memberikan dampak positif dari apa yang ia buat, tidak sekadar mengejar keuntungan.

Pria kelahiran 11 Desember 1988 ini menggemari teknologi sejak kecil. Irzan Raditya, CEO dan Co-founder Kata.AI selalu percaya bahwa teknologi bisa membuat hidup manusia menjadi lebih mudah. Hitsss berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan Irzan, tentang menjadi entrepreneur yang ia rasakan sebagai panggilan atau calling dalam hidupnya dan tentang keinginannya memudahkan hidup manusia melalui teknologi.

Hitsss (H): Bisa diceritakan latar belakang Irzan sebelum mendirikan Kata.AI?

Irzan Raditya (IR): Saya 8 tahun tinggal di Jerman. Saya kuliahnya di jurusan Computer Science di HTW, Berlin dan lulus tahun 2012. Di Berlin saya sempat kerja kurang lebih 3,5 tahun berpindah-pindah perusahaan, sebagai mobile app developer atau android developer. Saya juga pernah bekerja di Takeaway.com, penyedia jasa layanan mengantar makanan sebagai Head of Mobile Product. Baru saya menjadi pendiri dan CEO YesBoss, yang sekarang menjadi Kata.AI.

H: Memang punya ketertarikan yang besar terhadap computer science?

IR: Dari kecil saya sudah dilekatkan oleh ayah saya dengan teknologi. Kebetulan ayah saya juga kerja di perusahaan telekomunikasi. Waktu SD saya belajar utak-atik komputer, belajar hacking, buat website.

Dulu, saya itu pernah juga jadi anak band. Lima tahun saya nge-band di Jerman. Saya senang ketika kami bermusik, itu bisa bikin fans jadi semangat. Sebagai kreator, kita punya tanggung jawab untuk memberikan impact. Nggak hanya untuk cari uang.

Memang kalau kita bicara soal bisnis, haruslah sustainable. Tapi kita sebisa mungkin juga harus memberikan dampak positif ke orang lain dari apa yang kita buat. Dan menurut saya, teknologi adalah salah satu caranya.

Irzan Raditya
via Instagram @irzanraditya

H: Intinya lebih senang jadi entrepreneur daripada karyawan, ya?

IR: Dari kecil saya suka jualan. Jual gambar-gambar, karikatur. Dulu saya bisa gambar sekarang nggak. Haha. Sebelum di Yesboss juga saya kerja part time di 3 perusahaan, mulai dari industri komik, clothing line, dan ada startup juga, namanya Rumah Diaspora. Rumah Diaspora itu aplikasi seperti Airbnb tapi khusus orang Indonesia yang tinggal di luar negeri.

I love to solve problems. Itu yang nge-drive saya jadi entrepreneur. Semacam panggilan, calling. Bukan mau banyak duit, atau pengin beken. Tapi lebih ke nature-nya memang sudah ada.

Next: Apa saja aktivitas Irzan sehari-hari?