Aplikasi berjiwa Millennial

Industri fintech terus tumbuh dan menggurita dengan cepat. Walau ada kompetitor yang masuk ke ranah Jojonomic, Asto mengaku pihaknya terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk mereka agar selalu up to date seiring dengan kebutuhan para milennial. Segala hal administrasi terkait absensi, laporan kerja, reimburse, permohonan cuti, serta persetujuan perjalanan dinas dapat diakses melalui Jojonomic. Aplikasi ini dapat menghubungkan employee dengan perusahaan secara mobile.

“Jojonomic merupakan the future of work. Saya yakin semua perusahaan akan kearah sana. Setiap perusahaan tentu lebih menghargai karyawan dari apa yang mereka hasilkan daripada hanya sebatas kehadiran.” tambahnya.

Via twitter
Via twitter

Tips untuk pemula

Jatuh bangun tentu selalu ada. Dalam menjalani bisnis startup, bertemu dengan kegagalan adalah sesuatu yang pasti. Mustahil jika segalanya mulus-mulus saja tanpa hambatan. Menurut Asto, jika melihat suatu hal yang kita kerjakan akan gagal, lebih baik dihentikan dan coba di bidang lain. Terlebih lagi jika sudah mengetahui bahwa hal yang diciptakan itu monoton dan cenderung gagal.  “Gagal cepat dan gagal sering itu penting. Karena banyak pelajaran mengenai kegagalan yang dapat memotivasi kita untuk terus maju. Intinya jangan ragu untuk mencoba.” imbuhnya.

Harapan Kedepan

Kehadiran sederet aplikasi smartphone memang memudahkan setiap orang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun di Indonesia, penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut didominasi dengan produk ciptaan luar negeri. Hal tersebut dibenarkan oleh pria lulusan ITB ini.

Menurutnya, jarang sekali ada aplikasi Indonesia yang digunakan baik di dalam maupun luar negeri, terutama aplikasi bisnis.

Melalui sisi ini, Asto berharap Jojonomic dapat melebarkan sayapnya hingga ranah global. Selain turut andil dalam mengharumkan nama bangsa serta menambah devisa negara, Asto ingin menunjukkan ke mancanegara bahwa hasil karya Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan produk asing. (SA)