CEO & Founder Jojonomic, Indrasto Budisantoso berhasil menciptakan aplikasi finansial untuk korporat dan personal. Simak kisahnya.

Jojonomic terbukti menjadi aplikasi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mampu mempermudah kegiatan administrasi perusahaan walau hanya melalui ponsel pintar. Beruntung, Hitsss mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Indrasto Budisantoso di sela-sela acara Fintech Festival 2018. Yuk, simak ulasannya!

 Berawal dari pengalaman pribadi

Tak disangka, berawal dari pengalaman pribadi, CEO Jojonomic yang akrab disapa Asto ini sukses mencetus ide brilian lewat sebuah aplikasi yang dapat mempermudah kegiatan, administrasi walau hanya melalui ponsel pintar.

Meski sistem ini sudah berkembang di Eropa, Amerika dan Jepang, namun di Asia Tenggara khususnya Indonesia, belum ada perusahaan yang berfokus dalam pengembangan aplikasi ini.

“Aplikasi ini datang dari pengalaman pribadi. Dulu setiap minggu saya selalu disibukkan dengan laporan expense claim yang dilakukan secara manual. Sangat menyita waktu dan membosankan,” ungkap Asto yang semula menjadi karyawan di Boston Consulting Group. Keadaan itu akhirnya menimbulkan ide kreatif untuk membangun Jojonomic dan melakukan launching di saat tren layanan keuangan berbasis aplikasi (fintech) makin dikenal luas masyarakat pada akhir Desember 2015 lalu.

Lebih lanjut Asto memaparkan, background Jojonomic ada dua, yaitu expense management dan personal finance sebagai produk awal.

Produk Personal Finance dianggap sebagai passion di diri Asto, karena ia juga pernah menulis buku mengenai personal finance yang diterbitkan Kompas Gramedia. Pada aplikasi Jojonomic, personal finance memungkinkan pengguna untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan keuangan yang mereka lakukan. Asto berharap dengan adanya aplikasi ini masyarakat Indonesia dapat menyadari betapa pentingnya melek finansial.

Baca halaman selanjutnya: Aplikasi untuk milenial…