Melalui startup digital, anak-anak muda ini memberi perhatian terhadap perkembangan industri pertanian ke depan. Yuk, berkenalan lebih jauh dengan startup-startup bidang pertanian Indonesia.

Pertanian di Indonesia seharusnya mendapatkan perhatian serius. Apalagi peranannya sangat penting, sebagai salah satu elemen penggerak perekonomian di negara ini.

Sayangnya, kenyataannya saat ini lahan untuk bertani berkurang banyak, dan imbasnya profesi petani mengalami pengurangan sampai 5 juta orang. Itulah yang belum lama berlalu, sempat diutarakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dengan kondisi seperti itu, tentu lahirnya startup bidang pertanian, memberikan napas segar. Dan juga membanggakan, kala di era teknologi yang semakin canggih ini, masih ada perhatian dan minat generasi muda terhadap perkembangan industri pertanian ke depan.

Melalui startup digital, anak-anak muda ini membangun hubungan dengan para petani, pelaku usaha, serta akademisi, dalam melakukan sinergi demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi, serta melakukan pendampingan bagi yang membutuhkan di dunia pertanian. Yuk, mari berkenalan lebih jauh dengan startup-startup bidang pertanian Indonesia, dalam rangkuman Hitsss berikut.

1. iGrow

Startup pertanian yang dibentuk oleh Andreas Senjaya ini, bertujuan mempertemukan pemilik lahan, petani, investor, sekaligus konsumen. Dengan tujuan, untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

Sampai saat ini, lahan-lahan yang bergabung dengan iGrow ada hampir di seluruh Indonesia. Meskipun tanaman yang dipilih tidak melulu padi, melainkan berbagai tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

iGrow sendiri sudah mempunyai database untuk tanaman, harga dan permintaan. Sehingga, ketersediaan bibit tanaman, stok tanaman, dan penjualan pun bisa dipantau oleh investor dan petani langsung.

Baca halaman selanjutnya: Ci-Agriculture, bertani dengan teknologi…