Mobiliari Film Festival diisi serangkaian acara mulai dari talk show & open audition, workshop, film production, dan film screening bertema “The Balanced Life”.

Film sebagai sebuah karya kreatif merupakan salah satu media komunikasi massa yang menggabungkan beragam unsur seni. Selain menghibur, film juga bisa mengomunikasikan realitas kehidupan hingga fenomena sosial dan budaya.

Indonesia punya banyak anak-anak muda yang berbakat, bertalenta dan punya daya kreativitas yang tinggi, termasuk di bidang film. Karena itu, potensi mereka sebagai pembuat film perlu didukung mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa yang dapat menciptakan sejarah dan peradaban baru.

Sebagai salah satu cara mendukung kreativitas anak muda di bidang film serta turut mendukung keberlanjutan ekosistem, masih dalam rangkaian acara Hitsss Festival 2018, akan berlangsung acara Mobiliari Film Festival bertema “The Balanced Life”. Film festival ini akan diisi dengan serangkaian acara mulai dari talk show & open audition, workshop, film production dan film screening.

Acara pertama dari rangkaian Mobiliari Film Festival ini adalah Film Talk Show yang bertempat di Binus University (Kampus Anggrek) pada tanggal 26 Mei 2018. Talkshow dengan topik “Making Short Films: The Complete Guide From Script To Screen” ini sekaligus sebagai pembuka Film Audition, di mana para peserta dapat berpartisipasi dengan mengirimkan script dan showreel mereka dan berkesempatan memenangkan hadiah sebesar Rp 100 juta.

Pembicara yang akan menjadi pemateri dalam acara Film Talk Show adalah Jujur Prananto (Penulis naskah film AADC 1 dan Petualangan Sherina), Ray Arif Nayoan (Sutradara film Jelita Sejuba), Edwin Nazir (Produser film 9 Summers 10 Autumns), Maria Edna Herawati (GM Ecotourism di Tambling Wildlife Nature Conservation), dan Havid Han (Mobiliari Institute).

Dalam acara bincang-bincang ini, peserta akan mendapatkan ilmu dan inspirasi tentang dasar-dasar pembuatan film pendek. Mulai dari menentukan ide cerita, alur cerita, hingga cara pengambilan angle yang baik sebagai pembekalan mereka sebelum mengikuti Film Audition.

Dalam proses seleksi Film Audition akan dipilih 5 tim dengan cerita terbaik yang berkesempatan mendapatkan hadiah total sebesar Rp 100 juta. Mereka yang lolos dari film audition akan diberi pembekalan terkait produksi film secara teknis lewat acara Film Workshop bertempat di SAE Institute Jakarta pada tanggal 26 Juni 2018.

Mereka yang lolos dari film audition dan telah mendapat pembekalan workshop akan diberangkatkan ke TWNC (Tambling Wildlife Nature Conservation) untuk melakukan proses Film Production di TWNC, Lampung. Hasil dari karya pemenang yang telah diproduksi di TWNC akan ditayangkan dalam acara Film Screening yang dapat ditonton oleh masyarakat umum. Untuk registrasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi mobiliari-filmfestival.com. (AR)