Bupati Bandung Tanggapi Video Viral Ibu Hamil yang Ditandu karena Akses Jalan Buruk


BANDUNG, KOMPAS.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menanggapi video viral seorang ibu hamil yang ditandu menuju tempat persalinan di Kampung Cicendo, Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Rabu (2/3/2022).

Dadang mengatakan, telah mengintruksikan langsung kepada aparat setempat untuk melihat kondisi warga tersebut.

Ia menyebut, telah memberikan kendaraan operasional di tiap wilayah pembangunan.

“Sudah saya intruksikan tadi langsung. Padahal, sebenarnya kami ini sudah ada kendaraan operasional di masing-masing wilayah pembangunan,” kata Dadang, saat dijumpai di rumah dinas, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Hendak Cari Gorengan, Warga di Bandung Kaget Temukan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanah Kosong

“7 unit kendaraan sudah saya siapkan, mungkin Pak Camat kurang informasi. Kendaraan operasional ini bisa digunakan, di antaranya untuk mengangkut kalau masyarakat membutuhkan. Sehingga, Camat saya langsung perintahkan untuk lihat kondisi pasien, dan langsung di bawa ke rumah sakit,” sambung dia.

Selanjutnya, Dadang juga mengintruksikan Dinas PUTR untuk segera mengontrol lokasi akses jalan tersebut.

Ia mengaku, tak mau lagi mendengar ada daerah yang terisolasi, apalagi akses jalannya buruk.

“Yang kedua, saya sudah intruksikan kepala dinas PUTR untuk mengontrol lokasi tersebut. Sehingga, bisa diperbaiki, apakah melalui dana APBD atau ADPD, ataupun dana desa, ini silakan. Yang paling penting saya tidak mau ada jalan yang tentunya masih kelihatan tanah,” ucap dia.

Baca juga: Bupati Bandung Sebut 80 Persen Warga Tak Gunakan Masker, Angka Covid-19 Meningkat

Selanjutnya, Dadang akan menunggu laporan dari Dinas PUTR terkait hal itu.

Ke depan, ia berharap tak ada lagi jalan di Kabupaten Bandung yang tidak layak di akses. 

“Kami upayakan pengerasan dulu, atau seperti apa, nanti saya minta menunggu laporan dari kepala dinas PUTR. Sehingga ke depan di Kabupaten Bandung tidak ada lagi jalan yang masih kondisinya tanah,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.