Sejarah Islam di Ukraina, Sudah Ada Sejak Pertengahan Abad 15


Jakarta – Populasi muslim di Ukraina berasal dari penduduk asli Ukraina setempat, khususnya didominasi oleh etnis minoritas Tatar Krimea. Islam di wilayah ini memiliki sejarah panjang yang berusia ribuan tahun lamanya.

Menurut catatan dari Religious Information Service of Ukraine (RISU), kelompok muslim pertama yang mendiami Ukraina modern adalah orang-orang stepa. Dibuktikan dari praktik pemakaman muslim Ossetia-Alans pada abad ke-7 hingga ke-8, menurut para arkeolog setempat.

Meski demikian, para ahli masih kesulitan untuk menentukan tanggal pasti dimulainya penyebaran Islam di Ukraina. Namun, yang sudah dapat dipastikan menurut catatan sejarah adalah sumber pengaruh utama Islam di Ukraina yang dibawa oleh dua pengaruh.

Pengaruh pertama berasal dari timur, tepatnya di wilayah Bulgaristan, Kaukasus Utara. Kemudian pengaruh selatan yang menyebarkan Islam di Ukraina, tepatnya berasal dari Krimea dan Turki.

Berdasarkan aspek historis, Krimea disebut sebagai pusat penyebaran agama Islam di Ukraina. Etnis minoritas muslim Kekhanan Tatar Krimea mulai terbentuk di sana pada pertengahan abad ke-15.

Selang beberapa lama, yakni pada tahun 1917, kelompok muslim kemudian mencakup sepertiga dari populasi Krimea dengan 11 persen merupakan penduduk kota. Di tengah kota Krimea, Bakhchisarai, sudah ada 18 masjid dan lembaga pendidikan yang berdiri sejak abad ke-18.

Meski pada abad ke-19, lebih dari 161 ribu penduduk muslim sempat meninggalkan semenanjung tersebut imbas dari konflik.

Kondisi Islam di Ukraina saat ini

Pada tahun 1991, kondisi muslim di Ukraina mulai membaik usai menghadapi sejumlah permasalahan. Meskipun sudah mulai membaik, hingga kini masih belum ada hitungan akurat seputar berapa total penduduk muslim di Ukraina.

Pihak Administrasi Keagamaan Muslim Ukraina Kamila Yurchenko mengatakan melalui Al Jazeera, setidaknya ada sekitar 400 ribu muslim yang mendiami Ukraina. Mayoritas dari jumlah tersebut berasal, disebut Kamila, berasal dari Tatar Krimea.

Catatan RISU juga menyebutkan, di Ukraina, sekarang sudah ada 391 komunitas muslim, 372 menteri muslim, 151 masjid berdiri, dan 6 masjid yang sedang dibangun. Selain itu, penyebaran Islam di Ukraina pun tidak terisolasi pada satu titik pemukiman muslim.

“Saat ini, komunitas muslim sudah tersebar dalam berbagai etnis di wilayah Ukraina. Mereka (kelompok muslim) membentuk tiga kelompok besar: Arah Spiritual Muslim Ukraina, Pusat Spiritual Komunitas Muslim Ukraina, dan Arah Spiritual Muslim Krimea,” tulis keterangan RISU.

Di samping itu, ada lima pusat komunitas budaya muslim resmi yang berdiri di Ukraina. Beberapa di antaranya bahkan telah berdiri sejak Ukraina mengakui kedaulatannya pada 1991.

Kelima pusat komunitas budaya muslim resmi di Ukraina tersebut adalah Direktorat Spiritual Muslim Krimea (SDCM), Direktorat Spiritual Muslim Ukraina (SDMU), Pusat Spiritual Muslim Ukraina (SCMU), Direktorat Agama Komunitas Muslim Independen Ukraina “Kyiv Muftiat,” dan Direktorat Spiritual Muslim Ukraina “Ummah” (SDMU “Ummah”).

RISU menyatakan, pendirian pusat-pusat komunitas muslim di Ukraina semata-mata merupakan cara untuk melembagakan komunitas muslim di sana. Pendirian komunitas resmi tersebut, sambungnya, dapat membantu meluasnya penyebaran yayasan amal seperti, Yayasan CAAR, Al-Bushra, dan Life after Chornobyl.

Simak Video “Bantah Anggapan Musuhi Islam, KSAD Dudung: Saya Dulunya Santri
[Gambas:Video 20detik]
(rah/twu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.