Sejarah Hak Veto, Negara Pemilik Hak Veto, dan Bisakah Dihapus?


KOMPAS.com – Hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan dan undang-undang, atau resolusi.

Hak veto biasanya melekat pada salah satu lembaga tinggi negara atau pada dewan keamanan pada lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Salah satu pemilik hak veto, Rusia, menggunakan hak vetonya untuk rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Jumat (25/2/2022). 

Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut berkaitan dengan invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Baca juga: Apa Itu Hak Veto dan Mengapa Hanya Dimiliki oleh 5 Negara?

Hak veto adalah hak istimewa yang dimiliki oleh anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dewan Keamanan PBB atau United Nations Security Council merupakan salah satu badan utama PBB yang diberi mandat untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Dilansir dari laman resmi Dewan Keamanan PBB, Piagam PBB Tahun 1945 memberikan kursi keanggotaan tetap Dewan Keamanan PBB kepada lima negara, yakni China, Perancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Kelima negara tersebut jugalah yang memiliki hak veto dalam PBB.

Berikut bunyi pasal 27 Piagam PBB yang menyatakan tentang hak veto:

  1. Setiap anggota Dewan Keamanan memiliki satu suara
  2. Keputusan Dewan Keamanan mengenai hal-hal prosedural harus diambil dengan suara setuju dari sembilan anggota
  3. Keputusan Dewan Keamanan tentang semua hal lain harus diambil dengan suara setuju dari sembilan anggota termasuk suara setuju dari anggota tetap; dengan ketentuan bahwa, dalam keputusan berdasarkan Bab VI, dan berdasarkan ayat 3 Pasal 52, pihak yang bersengketa harus abstain dari pemungutan suara. 

Baca juga: Rusia Veto Resolusi PBB soal Penghentian Invasi ke Ukraina, Apa Itu Hak Veto?

Leave a Reply

Your email address will not be published.