Mengupas Makna Bunga Matahari dalam Sejarah Bangsa Ukraina


Merdeka.com – Ketika invasi Rusia di Ukraina memasuki pekan ketiga, menampilkan bunga matahari menjadi salah satu cara dunia menunjukkan solidaritas untuk rakyat Ukraina.

Belum lama ini saat acara State of the Union, Ibu Negara AS, Jill Biden memakai gaun dengan hiasan bunga matahari di lengan sebelah kanan. Dari Meksiko City sampai Caracas, pengunjuk rasa membawa bunga matahari saat mereka turun ke jalan mengecam tindakan Rusia.

Di London, bunga matahari menyembul dari pagar di depan gedung yang menjadi lokasi kantor Sunflowers for Peace, organisasi amal untuk penduduk Ukraina. Sementara itu di Reno, AS, bunga matahari muncul dari karya seni publik yang bertuliskan “BELIEVE”.

Di seluruh dunia, kesadaran akan hubungan antara bunga matahari dan Ukraina telah tumbuh sejak 24 Februari, hari pertama invasi, ketika kantor berita Ukraine World membagikan sebuah video di Twitter. Video itu menunjukkan seorang perempuan Ukraina di Henychesk memberikan biji bunga matahari kepada tentara Rusia, dan meminta tentara itu mengantongi biji bunga tersebut agar nanti bunga itu akan tumbuh ketika mereka mati.

Video itu telah ditonton 8,6 juta kali di Twitter sejak diunggah pada 24 Februari. Komedian John Oliver menayangkan video itu di Last Week Tonight.

Tapi bunga matahari memiliki sejarah yang lebih panjang di negara tersebut. Dikutip dari laman TIME, Jumat (11/3), bunga matahari atau soniashnyk dalam bahasa Ukraina, tumbuh di Ukraina sejak pertengahan abad ke-18, menurut Ensiklopedia Ukraina 1993. Saat buku itu terbit, biji bunga matahari atau kuaci menjadi makanan ringan paling populer di negara tersebut.

Bunga matahari juga membantu menggerakkan perekonomian nasional saat ini: Ukraina dan Rusia memasok sampai 70-80 persen ekspor minyak biji bunga matahari dunia.

“Kehadiran bunga matahari di mana-mana di desa-desa dan daerah pinggiran Ukraina telah membuatnya menjadi simbol nasional tidak resmi,” jelas buku ensiklopedia tersebut.

2 dari 2 halaman

Simbol perdamaian

Sepanjang sejarah Ukraina, bunga matahari telah digunakan sebagai simbol perdamaian. Pada Juni 1996, untuk merayakan penyerahan senjata nuklir Ukraina, menteri pertahanan AS, Rusia, dan Ukraina menanam bunga matahari dalam sebuah upacara di pangkalan rudal Pervomaysk, Ukraina selatan.

“Upacara itu merayakan pelepasan Ukraina atas persenjataan nuklir terbesar ketiga di dunia, yang diwarisinya pada tahun 1991 saat runtuhnya Uni Soviet,” jelas Washington Post dalam laporannya saat itu.

“Ini juga menandai hampir selesainya tujuan strategis utama AS sejak pecahnya Soviet: untuk mengumpulkan semua senjata nuklir bekas Soviet di Rusia, sehingga menghindari proliferasi kekuatan nuklir.”

Lebih dari 25 tahun setelah upacara itu, menteri Rusia dan Ukraina berperang, tapi makna bunga matahari sebagai simbol perdamaian belum berubah, karena penanaman bunga matahari di seluruh dunia telah menjadi seruan bagi para pemimpin untuk menanam benih itu lagi demi masa depan yang lebih damai.

Baca juga:
Lara Anak-Anak Ukraina di Tengah Invasi Rusia
Vladimir Putin: Rusia Harus Sambut Pejuang Sukarelawan untuk Bertempur di Ukraina
Tentara Ukraina Ambil Alih Tank Rusia di Dekat Kiev
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.301 per USD Seiring Gagalnya Negosiasi Rusia-Ukraina
Serangan Udara Rusia di Dekat TK Ukraina Tewaskan Satu Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published.