Halustik merupakan serial terbaru karya tiga sutradara Indonesia, yaitu Nia Dinata, Andri Chung dan Lucky Kuswandi. Serial drama yang diproduksi Viu Indonesia ini akan tayang sebanyak 13 episode.

Para bintang dan sutradara Halustik, serta perwakilan Viu Indonesia, tampil dalam acara bincang-bincang “What’s Next in OTT (Over-The-Top) Streaming Media: The Rise of Original Content Series” yang menjadi bagian dari rangkaian acara Hitsss Festival 2018, yang diselenggarakan oleh Hitsss.com bekerjasama dengan Central Park mall dan Neo Soho mall. Acara yang dihadiri oleh bintang-bintang Halustik yakni Richard Kyle, Luthesa dan Natalius Chendana, serta salah satu sutradaranya yaitu Andri Chung, ini berlangsung pada hari Sabtu 8 September 2018 di Tribeca Park. Di atas panggung, mereka membagikan kisah mereka tentang hal-hal menarik seputar Halustik.

Halustik merupakan serial drama yang dibuat oleh Sally Anom, pemenang dari ajang Viu Pitching Forum (VPF) 2018. VPF ini adalah adalah wadah yang memungkinkan para sineas muda mempresentasikan karya mereka di hadapan para sineas berpengalaman, yang kemudian dipilih untuk diproduksi menjadi serial orisinal Viu.

Viu

Halustik bercerita tentang tokoh Kanti (Tara Basro) yang tadinya memiliki karier bagus, namun kemudian ia dipecat. Lalu, ia dan sahabatnya Niki (Luthesa) memulai perjalanan spiritual ke Nepal. Kehadiran Richard Kyle dalam serial ini juga jadi membuat cerita dua sahabat itu menjadi lebih berwarna.

Salah satu yang unik dari serial ini adalah bagaimana tiga sutradara berkolaborasi dalam satu serial, yakni Nia Dinata, Andri Chung dan Lucky Kuswandi. “Kami bertiga buat serial ini karena dari cerita yang ditawarkan (pitching) kemarin menarik sekali. Apalagi ada hal-hal berbau ‘halu’ seperti itu dan cerita ini juga sesuai dengan gambaran pekerja di kota besar, di mana banyak situasi emosional dan juga bahagia. Juga banyak nilai-nilai yang bisa diambil dari setiap episode yang kami buat,” terang Andri Chung, salah satu sutradara serial Halustik.

Andri pun mengungkap poin apa saja yang berbeda dari Halustik dengan cerita-cerita lainnya. Ia mengaku bahwa Halustik merupakan pelesetan dari holistic. “Jadinya berkesan modern tapi spiritual. Yang unik lagi adalah bagaimana Niki dan Kanti menjadi psychic atau dukun di film ini,” lanjut Andri. Ia merasa hal itu tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Tantangan yang cukup berat saat menggarap serial ini adalah ketika shooting, yang dilakukan di Nepal dan Jakarta. Kondisi seperti cuaca merupakan salah satu yang menantang ketika shooting. Selain itu, mengubah ide orisinal menjadi cerita dengan energi yang sama juga menjadi tantangan tersendiri.

Acara Hitsss Festival 2018 ini didukung oleh para mitra pendukung, yaitu: Datascrip, Datascrip Creative Tablet, Wacom, Tauzia Hotels, Harris Hotels, Yellow Hotel, Lumix, Toyota, Skechers, Viu Indonesia, Dewaweb, Cocowork, Eatlah, Darling Rock, Gaia, Mineral Botanica, Sunpride, dan Pinot Bread.

Dan juga para community partners, yaitu: Kaskus, Cocowork, Artsphere, Startup Lokal, IKJ, Dancebox Studio, Brand Adventure, Streetworkout Indonesia, dan Baramora Academy. Serta para media partners, ada: Indonesia Tatler, Metro TV, Medcom.id, Viva, Metrotvnews.com, Kompas.com, Koran Sindo, Sindonews.com, Provoke, Cosmopolitan, HerWorld, CheckInJakarta, PopMama, EventJakarta, EventJournal, EventBanget. (AP/ZN/AR)