Pengujian Benchmark Chipset Kelas Menengah ke Atas Dimensity 8100 dari MediaTek Terlihat Lebih dari Mumpuni


BERITA SUBANG – Prosesor kelas unggulan dari MediaTek saat ini yaitu Dimenisty 9000 terbukti dapat bersaing bahkan mengungguli chipset kelas atas lainnya seperti Snapdragon 8 Gen 1 dari Qualcomm serta Exynos 2200, di mana uji benchmark telah dilakukan baik dari segi CPU maupun GPU yang disematkan di dalam smartphone untuk perbandingan.

Dengan skor multi-core sebesar 4474 dan skor single-core 1287, satu-satunya Application Processors (AP) seluler yang dapat mengungguli Dimensity 9000 adalah A15 Bionic dari Apple yang menorehkan skor multi-core Geekbench 4.885 dan 1.750 untuk single-core.

MediaTek tidak hanya mengalahkan chipset unggulan yang dibuat oleh Qualcomm dan Samsung pada tes benchmark, tetapi juga mengalahkan Qualcomm untuk menjadi perancang chipset paling populer di AS untuk smartphone Android selama kuartal keempat tahun lalu.

Beberapa orang menyatakan chipset Google Tensor alasan untuk pengembangan yang menakjubkan ini. Alih-alih menggunakan silikon Snapdragon yang tersedia untuk seri Google Pixel 6, Google memulai debutnya dengan chipset yang dikembangkan sendiri yang tentunya berdampak pada pangsa pasar Qualcomm selama kuartal keempat tahun 2021.

Meskipun demikian, MediaTek telah memberikan perlawanan kuat untuk sebagai salah satu pelanggan utama TSMC dengan pembocor terkenal Ome #Suriya$ dalam Berita Gadget Terkini muncuitkan bagan hasil Geekbench yang menunjukkan bahwa Dimensity 8100 SoC MediaTek hampir mengalahkan Snapdragon 8 Chipset Gen 1 dengan uji Geekbench multi-core.

Sebagai pengingat, salah satu apabila bukan smartphone pertama yang akan dirilis dengan chipset MediaTek Dimensity 8100 adalah Realme GT Neo3 yang telah dikonfirmasi oleh perusahaan.

Dimensity 8100 dari MediaTek adalah bagian dari jajaran chipset menengah ke atas perusahaan dan mungkin bagian yang paling menarik dari hasil pengujian ini adalah bahwa Snapdragon 8 Gen 1 diproduksi oleh TSMC menggunakan node proses 4nm.

Dimensity 8100 dibangun menggunakan fabrikasi node 5nm dari pabrik dan secara teori, node proses yang lebih rendah biasanya menghasilkan chipset yang jauh lebih kuat dan memakan daya yang lebih rendah.

Dimensity 8100 sendiri berhasil mencetak hasil multi-core dan single-core masing-masing 3801 dan 924. Dibandingkan dengan skor multi-core 3.810 dan skor single-core 1.200 yang dihasilkan chipset Snapdragon 8 Gen 1, di mana skor multi-core ini memiliki keunggulan dari inti super Cortex X1 ARM yang tidak dimiliki oleh chipset MediaTek itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.