Indonesia di Tengah Arus Globalisasi dan Perkembangan Teknologi Canggih


Oleh: Eustakius Kerbiyono Dagur

Zaman sekarang, kehidupan manusia dipenuhi oleh pengaruh teknologi. Kehadiran teknologi seolah-olah mau menjadikan singgasana kehidupan sebagai sebuah ranah hidup yang mengandalkan dan mengedepankan teknologi sebagai jalan utama untuk mencari, bahkan untuk melakukan sesuatu.

Semua aspek/bidang kehidupan manusia secara serentak diseret atau berpindah haluan ke tangan teknologi.

Padahal pada hakikatnya setiap bidang kehidupan manusia mempunyai patokan dasar, proses, dan pola pengembangannya sendiri untuk secara perlahan menemukan tujuan yang diinginkan.

Entah sampai kapan teknologi itu berjalan merasuki kita, yang pasti pengaruh teknologi itu sudah dan sedang kita rasakan bersama.

Tak dapat dipungkiri lagi jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari teknologi kuno, sederhana, hingga yang menghebohkan dunia (id.m.Wikipedia.org).

Munculnya teknologi, inovasi dan produk baru di abad ke-21, menandakan bahwa dunia sedang mengalami suatu kemajuan, di mana segala sesuatu mendapat pengaruh dari teknologi atau inovasi baru tersebut.

Keberadaan manusia tidak hanya fokus pada apa yang ada, tetapi setiap orang beruasaha agar mencari sesuatu baru yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang, bahkan orang-orang di pelosok dunia sekalipun.

Kehadiran dan perkembangan inovasi dan teknologi itu, sudah barang tentu tidak bisa dilepaspisahkan dari adanya arus globalisasi.

Hal tersebut didasarkan pada keberadaan teknologi yang selalu berjalan beriringan dengan globalisasi.

Ataupun sebaliknya bahwa arus globalisasi masif terjadi karena adanya perkembangan dan kemajuan teknologi serta inovasi terbaru.

Globalisasi: Kehadiran Teknologi Canggih

Secara etimologis, globalisasi berasal dari kata globe, yaitu replika bumi yang tampak dari luar angkasa.

Dalam penjabaran lain, globalisasi dapat diartikan sebagai proses mendunia yang berusaha mengupayakan keadaan politik, ekonomi, sosial, dsb yang bersifat lokal menjadi berskala dunia atau internasional (Indah Sawitri, 2016;32).

Di samping itu, dalam kamus sosiologi (2012;78), dijelaskan bahwa globalisasi merupakan suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.

Sejalan dengan pemahaman tersebut, George Ritzer dalam buku Globalization A Basic Text, menandasakan bahwa “globalization is a transplanetary process or set of process involving increasing liquidity multidirectional plows of people, object, places and information as well as the structures they encouter and create that the barriees to, or expedite those flows”(Hadi Pratiwi, 2014:64).

George Ritzer menggambarkan globalisasi sebagai proses transparansi, yaitu serangkaian proses yang melibatkan peningkatan perpindahan orang, benda, dan informasi di seluruh dunia (liquidity), masyarakat dapat melewati struktur, mempercepat aliran atatu bahkan menembus hambatan batasan wilayah.

Dari beberapa uraian pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu proses mendunia yang menyatukan segala aspek atau bidang kehidupan, mempererat tali interaksi antarsesama, serta meningkatkan hubungan antarnegara dalam konteks yang lebih khusus.

Atau dengan kata lain, globalisasi adalah sebuah proses penyatuan tanpa batas-tanpa ada sekat-sekat tertentu, dalam hal, situasi atau aspek apapun.

Perkembangan globalisasi kemudian merambat ke seluruh dunia, memberi pengaruh kepada ilmu pengetahuan sehingga menciptakan dan menghasilkan sesuatu yang baru, yang berdampak bagi kehidupan bersama.

Sesuatu yang baru tersebut dapat ditinjau dalam berbagai macam model, dalam hal ini ditekankan pada terciptanya inovasi atau teknologi yang canggih.

Bersamaan dengan itu, kemajuan teknologi sendiri merupakan suatu yang tidak bisa dipungkiri untuk kehidupan manusia.

Karena pada perkembangan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan akan sains society atau ilmu pengetahuan (Kompascom).

Ilmu pengetahuan pada dasarnya direduksi oleh globalisasi, di mana kemampuan untuk berpikir progres sesalu diasah.

Sejalan dengan kemampuan berpikir yang mapan dengan sendirinya pula ilmu pengetahuan dapat melakukan dan menciptakan sesuatu yang baru.

Dalam konteks zaman sekarang yang paling nyata yang sudah dirasakan oleh manusia akibat dari adanya ilmu pengetahuan dan pengaruh globalisasi adalah hadirnya teknologi atau inovasi canggih, seperti mesin pembuat pesawat, gadget, alat-alat pembuat nuklir, dan sebagainya.

Dalam perkembangan lebih lanjut, teknologi canggih ala era globalisasi ternyata mendapat perhatian yang sangat besar dari berbagai pihak.

Tak lain dari itu adalah pemimpin tertinggi dari masing-masing negara serta berbagai korporasi atau perusahaan lainnya.

Meningkatnya berbagai penggunaan teknologi canggih sejalan pula dengan mendunianya segala aspek dan bidang kehidupan manusia.

Dalam artian, antara globalisasi dan teknologi selalu berjalan beriringan, di mana globalisasi menciptakan ilmu pengetahuan baru, mapan dan progres yang berintensi untuk menghasilkan serta menciptakan teknologi dan inovasi yang canggih.

Begitupun sebaliknya, dapat dikatakan sebagai era globalisasi apabila pada era tersebut terjadi perkembangan teknologi yang masif.

Pada tataran praktis, berpengaruhnya penggunaan teknologi canggih tentunya tergantung pada siapa orang yang menggunakannya.

Artinya, teknologi pada dasarnya diciptakan oleh manusia demi membantu manusia dalam melakukan sesuatu.

Apabila kajadiannya di luar semua yang diinginkan, maka jelas bahwa pengguna teknologi itu sendiri yang ‘bobrok’ dalam menggunakan teknologi.

Itu artinya bahwa keberadaan teknologi tergantung pada penggunanya.

Apabila nantinya ada permasalahan mengenai teknologi, maka sangat jelas bahwa tidak ada yang menyalahkan kehadiran teknologi, tetapi lebih tepatnya manusia atau penggunanya yang disalahkan.

Itu karena teknologi ada bukan untuk memperbudak manusia penciptanya melainkan untuk mempermudah manusia dalam
melakukan sesuatu.

Dilansir dari Kompascom, Senin, (1/11/2021), bahwa sekarang muncul sebuah teknologi baru bernama Teknologi Hijau.

Teknologi Hijau merupakan teknik menghasilkan energi, produk, atau barang yang sifatnya ramah lingkungan.

Teknologi Hijau atau Green Technology merupakan suatu konsep penting dalam menciptakan produk atau inovasi yang ramah terhadap lingkungan.

Teknologi Hijau itu mendasarkan prinsip bahwa industri khususnya industri kendaraan dan bangunan harus ramah lingkungan dalam proses pelaksanaannya.

Hal tersebut mau menunjukkan bahwa Teknologi Hijau yang adalah hasil cipta karya manusia sangat membantu manusia dalam menjalankan proses kehidupan.

Tak dapat dielakkan juga bahwa manusia atau penggunanya betul-betul memanfaatkan teknologi yang dicitakan oleh manusia itu sendiri.

Inilah yang penulis artikan bahwa yang diciptakan manusia (teknologi) memberikan manfaat bagi manusia penciptanya.

Globalisasi dan Teknologi: Antara Tantangan dan Kesempatan

Era globalisasi merupakan era di mana penggunaan teknologi menjadi mudah dan teknologi itu sendiri menjadi daya tarik bagi kemajuan suatu negara.

Negara akan dikatakan maju jika negara tersebut memiliki tingkat penggunaan teknologi tinggi atau high technology (Kompasianacom).

Memahami perkembangan, kemajuan dan penggunaan teknologi serentak membawa setiap orang untuk mendalami dan memaknai pengetahuan serta ilmu pengetahuan.

Hal ini pun sejalan dengan sebuah konsep yang lazim dipakai oleh negara maju bahwa untuk memajukan sebuah bangsa patutlah kita (baca: segenap warga Indonesia) menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Melalui kemajuan dan perkembangan zaman yang terjadi, dengan sendirinya peradaban suatu bangsa pun dapat diuji dan ditantang keberadaaannya.

Atas pemahaman ini, hemat penulis, adanya era globalisasi dan kehadiran teknologi serta ilmu pengetahuan mau mengindikasikan bahwa kita sedang bergulat untuk menentukan peradaban bangsa ini.

Melalui arus kemajuan dunia yang masif, tentu pula ada yang dinamakan dengan tantangan dan kesempatan bagi tiap-tiap orang yang merasakan hal tersebut.

Tantangan dan kesempatan tersebut merupakan dua entitas yang menjadi pilihan bagi setiap orang yang merasakan arus globalisasi dan perkembangan zaman.

Pertama, Tantangan. Globalisasi adalah sebuah proses penyatuan secara mendunia yang secara bersamaan memberi tantangan bagi orang yang mengalaminya.

Tantangan yang dimaksud penulis di sini merujuk pada ‘persaingan’ yang terjadi pada era globalisasi.

Artinya, tiap orang berada pada suatu posisi antara optimis dan pesimis.

Optimistis berarti mampu mengelabui tantangan persaingan teknologi baru nan canggih. Sedangkan pesimis artinya orang larut dalam arus globalisasi.

Ia gagal memanfaatkan perkembangan teknologi yang terjadi. Ia pun juga tidak mau dan tidak mampu menerima tantangan dari adanya arus globalisasi.

Akibatnya jelas bahwa orang yang merasa dengan hadirnya teknologi baru nan canggih merupakan sebuah masalah baru bagi mereka.

Padahal itu merupakan sebuah tantangan untuk menghadapi perkembangan zaman dan bukan sebuah masalah yang amat rumit nan ribet.

Kedua, Kesempatan. Directur of Entrepreneurship University of Technology Sidney
(UTS) Murray Hurps mengatakan, kehadiran teknologi digital menunjukkan bahwa teknologi digital sangat membuka kesempatan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan dan keterampilan (kompascom, 24/11/2021).

Era globalisasi merupakan sebuah kesempatan. Artinya, dengan adanya era menyatunya semua proses kehidupan ini serentak memberi peluang bagi banyak orang untuk berkembang, khususnya untuk para anak muda bangsa (generasi Z).

Dikatakan sebagai kesempatan apabila dalam proses menyesuaikan diri dengan arus globalisasi ada semacam pemberian SDM ke dunia luas.

Di mana ilmu yan ada tidak hanya untuk dikenang sendirian saja tetapi mampu disharekan kepada orang lain.

Itu dimaksudkan agar terjadi keseimbangan antara arus globalisasi, perkembangan teknologi baru nan canggih, serta ilmu pengetahuan yang ada.

Alakhir, dengan adanya proses semacam ini globalisasi dan perkembangan teknologi canggih bisa menjadi semacam kesempatan bagi banyak orang untuk mampu berkembang demi menunjang peradaban dan kelangsungan serta kebutuhan hidup.

Lantas, Bagaimana dengan Indonesia?

VP of Investment East Ventures, Pascal Christian mengatakan bahwa adopsi teknologi digital bisa terjadi di Indonesia.

Pasalnya, ada demografi digital yang sangat besar saat ini (Kompascom, 24/11/2021).

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat pengaruh besar dari adanya arus globalisasi.

Arus globalisasi sudah merongrong sendi-sendi kehidupan manusia Indonesia, bahkan di pelosok sekalipun.

Dengan adanya era baru ini, sudah pasti warga Indonesia dihadapapkan pada dua entitas dasar dari era globalisasi, yaitu antara kesempatan dan tantangan.

Dua entitas ini, memberikan diri untuk dapat dirasakan oleh warga Indonesia. Tergantung pada siapa mereka ‘hinggap’ dan bagaimana orang-orang tersebut menghadapi mereka.

Salah satu buah dari adanya perkembangan teknologi adalah gadget.

Gadget merupakan teknologi yang banyak dipakai oleh orang, khususnya orang-orang Indonesia. Sebagaimana dilansir dari Kompascom, 24/11/2021, bahwa pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke-3 di Asia, setelah China dan India.

Hal ini mengindikasikan, perkembangan teknologi gadget sudah merasuki warga Indonesia, apalagi para kaum muda.

Indonesia sudah menjadi proaktif dalam penggunaan teknologi gadget ala era globalisasi.

Sejalan dengan itu, serentak keberadaan gadget memberikan pengaruh yang signifikan bagi orang Indonesia khususnya.

Dalam artian bahwa, kehadiran gadget memberi sebuah pengalaman baru, di mana orang Indonesia bisa menggunakan gadget, entah penggunaannya untuk sesuatu yang baik atau buruk, itu tergantung pada penggunanya sendiri.

Atas pemahaman tersebut, hemat penulis bahwa kehadiran dan perkembangan teknologi gadget memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh penggunanya itu sendiri, di antaranya adalah dampak positif dan negatif.

Pertama, manfaat dari adanya teknologi gadget. Adanya gadget memberikan sebuah kemudahan bagi kebanyakan orang yang ada Indonesia.

Salah satu kemudahan tersebut adalah terjalinnya sebuah komunikasi dan interaksi lintas batas.

Artinya, komunikasi dan interaksi yang dilakukan sudah tidak lagi dibatasi lingkungan seseorang berada, tetapi menjangkau berbagai ruang, waktu dan tempat seseorang berada.

Selain itu, manfaat lain yang dapat diambil adalah dapat dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan.

Artinya, bagi orang-orang yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan khusus, semisal dalam hal menjadi kreator konten, membuat tulisan, memiliki bakat menjadi vloger, dsb dapat ‘dilampiaskan’ ke medium gadget.

Melalui medium gadget, kemampuan orang-orang tersebut dapat dikembangkan dan dinikmati oleh banyak orang di jagat dunia maya-gadget.

Di samping memberikan manfaat, ternyata gadget juga mempunyai pengaruh yang negatif. Pengaruh negatif tersebut dapat dilihat di jagat maya melalui orang-orang yang salah dalam menggunakan gadget.

Beberapa contoh dampak negatif tersebut antara lain, adanya berita hoaks, interaksi dengan orang sekitar menjadi minim, terciptanya sikap konsumerisme, adanya illegal market, video pornografi masif tercipta, dan sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa, betapa gadget juga memberi pengaruh negatif bagi orang Indonesia khususnya.

Tak pelak dari itu bahwa yang menentukan apakah gadget berpengaruh negatif atau positif adalah eksistensi penggunanya. Semua tergantung pada penggunanya.

Komitmen dan Sinergisitas

Era globalisasi merupakan sebuah era perkembangan dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan.

Perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut tidak dapat dipungkiri lagi untuk terjadi, itu karena semua orang sudah dan sedang merasakannya.

Salah satu hasil sederhana dari adanya perkembangan teknologi adalah gadget.

Gadget sudah merasuki orang-orang Indonesia dan berpengaruh cukup besar dalam peradaban Bangsa Indonesia ini.

Sebagai generasi penerus bangsa, generasi muda harus didorong untuk menjadi penggerak dalam memajukan bangsa ini.

Pasalnya, untuk menentukan masa depan bangsa ini adalah kehidupan dan pergerakan dari kaum muda bangsa saat ini.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah komitmen yang besar untuk menangkal segala perkembangan zaman, khususnya mengenai kehadiran dan perkembangan teknologi gadget.

Generasi muda Indonesia harus kreatif dalam hal semacam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.