Belajar teknik penggunan kamera dan pengambilan gambar dari Benny Kadar

WhatsApp Image 2018-07-30 at 12.56.42

Jika Ray membedah lebih kepada persoalan cerita yang akan diangkat, Benny memberikan pemaparan terkait persoalan teknik dari segi pengambilan gambar dan penggunaan kamera.

“Film merupakan sebuah sarana berkomunikasi. Bukan sekadar alat dagang tapi juga pendidikan. Film yang bagus adalah film yang punya pesan. Karena saat menonton film, kamu membuat orang menghabiskan sekian waktu dalam hidup orang untuk menonton film kamu. Jangan biarkan hidup dan waktu mereka itu terbuang percuma,” ujar Benny.

Untuk membuat film yang berisi pesan, cerita yang dibuat bisa dalam bentuk apa pun. Seperti contohnya cerita Moana, film kartun yang tampak lucu itu punya pesan tentang lingkungan di dalam ceritanya.

WhatsApp Image 2018-07-30 at 12.19.46

Kreativitas itu tidak terbatas

Kalau kamu kreatif, minimnya peralatan untuk membuat film yang kamu punya, tidak akan menjadi hambatan. “Pakai kamera ponsel saja bisa. Jangan menunggu punya alat bagus baru buat film. Pakai alat apa pun yang ada di depan kamu. Tidak punya lampu? manfaatkan sinar matahari,” jelas Benny. Jika kita kreatif, apa pun bisa kita gunakan untuk mendukung kita membuat sebuah film.

Bicaralah dengan bahasa gambar

Orang menonton film itu untuk mencari hiburan, dan penonton tidak suka diberikan pesan dengan cara yang menggurui. “Untuk menyampaikan pesan, kamu tidak perlu memperlihatkannya secara gamblang dan langsung. Jangan sampaikan pesan secara to the point. Cari cara lain supaya pesan tetap bisa ditangkap,” papar Benny.

Ia pun memperlihatkan sebuah tayangan yang ingin memberikan pesan mengenai keamanan berkendara. Dalam video tersebut, tidak ada mobil, jalanan, rambu-rambu, atau apa pun yang berkaitan dengan kendaraan. Hanya ada seorang ayah, dan di sampingnya tampak istri dan putrinya. Untuk memberikan pesan bahwa ketika berkendara sebaiknya menggunakan sabuk pengaman, yang berperan menjadi sabuk pengaman adalah tangan anak dan istri si tokoh dalam video itu.

Lensa sebagai alat bertutur

Benny pun kemudian menjelaskan lebih ke persoalan teknik pengambilan gambar dalam film, yakni mengenai lensa kamera. “Makin panjang focal length (panjang lensa), semakin sempit sudut pandang lensa itu. Selalu ingat, lensa itu bisa jadi alat bertutur juga di dalam film,” ujar Benny.

Pemilihan kamera juga bisa membuat film menjadi terasa berbeda. Kamu mengambil gambar dengan tripod atau dengan handheld, tentu akan menghasilkan gambar yang berbeda. Begitu pun proses editing, kenapa memotong gambar di frame yang ini dan bukan di frame yang lain. Itu semua harus ada alasan yang jelas. Selain itu, pengambilan gambar juga perlu mempertimbangkan di mana film ini akan tayang. Apakah untuk bioskop, televisi, atau Yotube? Karena pendekatannya juga akan berbeda.

Berlatih dan terus belajar

Untuk bisa menaklukkan kamera yang kamu buat dalam memproduksi film, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membaca buku panduan manual kamera tersebut. Setelah itu kamu perlu belajar dan belajar terus setelah itu latihan dan latihan lagi. Setelahnya latihan, terus belajar lagi. Maksimalkan equipment yang ada. Show your reel, tunjukkan karya kamu di semua kanal media sosial yang kamu punya agar orang-orang bisa mengenalmu.

“Kalau kita bikin film dengan budget yang besar, bisa beli atau sewa equipment yang mahal-mahal dan bagus-bagus, terus filmnya jadinya bagus, itu mah biasa. Tapi, kalau kita bisa bikin film yang bagus dengan budget dan equipment seadanya itu baru luar biasa,” pungkas Benny di akhir acara.

Setelah mengikuti film workshop, lima peserta ini berhak mendapatkan kesempatan untuk dikirim ke TWNC di Lampung dan melakukan proses produksi film di sana. Selain itu, mereka juga berhak untuk mendapatkan total hadiah sebesar Rp 100 juta. (AR)