Berawal dari Penjual Kain, Kini Nunuk Suparni Punya Bisnis Fashion Turun Temurun


SURYA.CO.ID, SURABAYA – Nunuk Suparni (70) merintis karir bisnisnya di bidang batik sejak tahun 1968.

Berbekal bahan yang ia berikan pada pengrajin batik tulis, kini usaha Batik Morodadi Solo miliknya sudah bisa menjual banyak lembaran batik.

Bisnis yang ia dirikan bersama suami sejak 54 tahun lalu ini ternyata mampu berkembang pesat.

Sebelumnya, Nunuk mengaku tak kepikiran untuk membuat bisnis fashion.

“Awalnya kan suami saya punya usaha menjual kain bahan batik atau yang di sini namanya mori. Suami juga menjual bahan-bahan lain untuk membatik, tapi semua dikirim ke pabrik. Jadi semacam pemasok. Tapi saat itu kami belum jadi produsen, hanya pemasok bahan baku saja,” ungkap Nunuk saat dihubungi.

Baca juga: Lawan Forkopimda Bangkalan, Forkopimda Pasuruan Usung Dua Mantan Punggawa Persebaya

Nunuk mengatakan, kemudian terlintas dalam benaknya untuk membuat sesuatu yang berbeda.

Tak hanya menjadi pemasok bahan baku batik, Nunuk ingin menjadi produsen batik sendiri.

Mengingat kala itu masih belum banyak yang menekuni pengembangan bidang batik tulis, Nunuk mencoba untuk terjun ke dalamnya.

Berbekal lembaran kain mori dan bahan-bahan untuk membatik lain, Nunuk mulai mendatangi para pengrajin batik tulis di daerahnya.

Ia bekerjasama dengan para pengrajin tersebut untuk pembuatan batik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.