Punya Toko Nggak Pake Neko-Neko…” itulah tagline yang diangkat Novan Adrian, Co-Founder Etalastic. Berbagai kemudahan dan kenyamanan dihadirkan lewat perangkat aplikasi Etalastic ini, untuk memajukan bisnis dari kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Merujuk data dari McKinsey Global Institute, hanya lima persen Usaha kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang sudah mengadopsi teknologi digital di Indonesia. Padahal di sisi lain, keterlibatan UMKM secara digital bisa meningkatkan pertumbuhan pendapatan antara 23 hingga 80 persen.

Berangkat dari keprihatinan itu, Novan Adrian bersama rekan kerjanya, Rachmat Anggara, yang juga menjabat sebagai Co-Founder Etalastic, menciptakan aplikasi teknologi berbasis digital demi memajukan peluang usaha para pelaku UMKM di Indonesia.

Dok. Novranto Huntua / Hitsss.com
Dok. Novranto Huntua / Hitsss.com

“Semangat untuk membantu para pelaku UMKM itu kian kuat, saat tahun 2014 ketika saya maupun mira saya, Rachmat Anggara, memiliki saudara yang berjualan mebel dan butuh sistem pencatatan penjualan terutama untuk pembayaran secara kredit. Di sisi lain, seiring dengan usahanya yang sudah mulai berkembang dan punya banyak cabang dibutuhkan kontrol tentang kondisi bisnisnya apakah sedang untung atau malah merugi,” papar Novan, lelaki kelahiran Sigli, Aceh, tahun 1980 ini, kepada Hitsss.

Berangkat dari situ akhirnya lahir Etalastic, yaitu sistem Point of Sales (POS) berbasis aplikasi mobile, yang ditujukan untuk membantu UMKM dalam menjalankan usahanya. Aplikasi ini menyediakan pencatatan dan laporan kondisi bisnis yang diperlukan untuk kemajuan usahanya.

“Sistem ini bisa digunakan kapan saja dan di mana saja dengan biaya berlangganan yang murah serta bebas biaya tambahan,” jelas Novan yang di dalam pendanaannya didukung oleh Definite, yang memiliki kesamaan visi untuk memajukan dunia UMKM di Indonesia.

Baca halaman selanjutnya: lima keuntungan bagi UMKM…