Nggak Mampu Bayar Utang, ‘Google’ Rusia Terancam Bangkrut!


Jakarta

Mesin pencari terbesar Rusia seperti Google, Yandex (YNDX) terancam bangkrut karena tak mampu membayar utang akibat dampak kehancuran pasar keuangan Rusia. Hal itu tak lepas dari Barat dan negara lain yang menjatuhkan sanksi ekonomi akibat invasinya ke Ukraina.

Yandex menangani sekitar 60% laju pencarian internet di Rusia dan mengoperasikan bisnis transportasi online yang besar. Perusahaan ini berbasis di Belanda, tetapi sahamnya terdaftar di Nasdaq dan bursa saham Rusia.

“Grup Yandex secara keseluruhan saat ini tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menebus notes (surat utang jangka pendek) secara penuh,” kata perusahaan itu dikutip dari CNN, Senin (7/3/2022).

Transaksi saham telah ditangguhkan minggu ini karena nilai aset Rusia di Moskow dan seluruh dunia rontok setelah invasi. Pengenaan sanksi oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan ekonomi besar Barat lainnya akhir pekan lalu menambah tekanan.

Yandex belum dikenai sanksi tetapi masih bisa default. Investor yang memegang US$ 1,25 miliar dalam catatan konversi Yandex memiliki hak untuk menuntut pembayaran penuh, ditambah bunga, jika perdagangan sahamnya ditangguhkan di Nasdaq selama lebih dari lima hari.

Yandex juga sedang berjuang untuk memindahkan uang dari bisnis operasi utamanya di Rusia untuk menyelamatkan perusahaan induk Belanda.

“Jika kami dicegah untuk mendistribusikan dana tambahan dari anak perusahaan Rusia kami ke perusahaan induk Belanda kami, Yandex tidak akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menebus sebagian besar notes,” kata perusahaan teknologi itu.

Simak Video “Sepekan Invasi Rusia, 1 Juta Orang Pergi Tinggalkan Ukraina
[Gambas:Video 20detik]

(aid/das)

Leave a Reply

Your email address will not be published.