Jokowi Siap Hadapi Gugatan Demi Setop Ekspor Bauksit Tembaga Timah


TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi siap menghadapi gugatan internasional terhadap larangan ekspor mineral yang akan diberlakukan tahun 2023. Jokowi bakal melarang ekspor bahan mentah bauksit, tembaga, hingga timah.

“Keberanian itu harus kita lakukan, kalau kita gak pernah mencoba, kita ga akan tahun menang atau kalah,” kata dia di Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 11 Maret 2022.

Sebelumnya, Jokowi sudah menyetop keran ekspor bahan mentah nikel per 1 Januari 2020. Larangan ini membuat Uni Eropa menggugat Indonesia ke Organisasi Perdagangan Internasional (WTO).

“Belum rampung sampai sekarang,” kata Jokowi memberi tahu perkembangan gugatan ini. Tapi Jokowi pede dengan kebijakannya karena efeknya diklaim sudah terlihat.

Tujuh tahun lalu, kata dia, ekspor bahan mentah nikel Indonesia sekitar US$ 1 sampai 1,5 miliar. Setelah dilarang, terjadi hilirisasi dan ekspor dilakukan dalam bentuk setengah jadi dan produk jadi.

Jokowi menyebut nilai ekspornya per 2021 naik jadi US$ 20,8 miliar. “Baru satu barang nikel, padahal kita punya bauksit untuk alumnia, tembaga, timah, emas, komoditas perkebunan dan pertanian,” kata dia.

Walau gugatan terhadap nikel belum selesai, Jokowi tetap akan melarang ekspor bahan mentah bauksit, tembaga, dan timah, tahun depan. “Gak apa-apa digugatin terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu juga kita menang,” ujarnya.

BACA: Jokowi Minta UNS Lincah Hadapi Perubahan Zaman

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.