China Lengser, Indonesia Bisa Jadi Raja Timah Dunia!


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga timah dunia mengalami tekanan karena produksi China yang diperkirakan akan stabil pada tahun ini meredakan sentimen kendala pasokan.

Pada Selasa (8/2/2022) pukul 14:09 WIB harga timah tercatat US$ 42.990/ton, menguat tipis 0,11% dibandingkan posisi sebelumnya.


Harga timah bergerak datar selama sepekan perdagangan terakhir. Pasar konsumen timah di China yang tutup karena libur imlek membuat timah sepi peminat.

Selain itu, produksi timah diperkirakan akan surplus di tahun ini meredakan sentimen kendala pasokan yang membuat harga terbang tahun lalu.

Fitch Solution memperkirakan pasar timah pada 2022 akan mengalami surplus sebesar 10.000 ton dengan produksi sebesar 402.000 ton dan konsumsi 392.000 ton. Ini akan didorong oleh proyeksi produksi timah China yang mulai stabil pada tahun ini setelah anjlok selama tiga tahun beruntun.

Pada tahun 2022 produksi timah China diperkirakan sebesar 82.860 ton, naik tipis dari produksi tahun 2021 sebesar 82.450 ton.

Namun, produksi China akan menerima tantangan karena sangat bergantung pada bijih timah impor asal Myanmar. Kuantitas impor yang meningkat pesat selama enam tahun terakhir mulai berkurang, karena cadangan Myanmar yang menipis dan pembatasan akses China dalam upaya menahan penyebaran Covid-19.

Fitch menilai tantangan produksi timah di Negeri Panda dapat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil alih pasar China. Indonesia adalah produsen timah terbesar nomor dua dunia dengan produksi 71.000 ton pada tahun 2022, mengutip data USGS. Sementara China menempati posisi puncak produsen timah dunia dengan produksi 91.000 ton.

“Karena ketersediaan sumber daya mineral yang besar memungkinkan negara tersebut (Indonesia) untuk memperoleh pangsa pasar global China,” dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)



Leave a Reply

Your email address will not be published.