12 Hari Serangan Rusia ke Ukraina, Ini Perkembangan Terbarunya


Jakarta

Sejak invasi pertama Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengirim sanksi ke ‘Negeri Beruang Putih’ tersebut.

Sanksi-sanksi tersebut mulanya diluncurkan oleh negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jerman. Namun, perkembangan sanksi-sanksi setelah invasi Rusia malah semakin mekar.

Ini dia poin-poin penting perkembangan sejak 12 hari invasi pertama kali Rusia ke Ukraina dari sisi ekonomi bisnis, yang dirangkum dari catatan detikcom, Senin (7/3/2022):

1. Kartu Kredit American Express Berhenti Beroperasi di Rusia

Usai Visa dan Mastercard, giliran American Express memberhentikan operasionalnya di Rusia, sebagai sanksi atas penyerangan Rusia ke Ukraina.

Selain itu juga sejak Minggu (6/3), kartu American Express yang terbit secara global tidak bisa lagi berfungsi di Rusia, begitupun dengan yang terbit di Rusia juga tidak bisa lagi berfungsi di luar negeri.

“Ini merupakan respon atas penyerangan Rusia ke Ukraina, termasuk menghentikan kerja sama kami dengan bank-bank di Rusia,” tulis pernyataan American Express.

2. Produsen Vodka Ganti Nama Produk, Ogah Dikaitkan dengan Rusia

Stolichnaya pabrik pembuat minuman keras (vodka) asal Rusia mengumumkan perubahan besar-besaran pada perusahaannya, kini namanya menjadi Stoli.

Ini karena bentuk penolakan keras pendiri Stolic terhadap rezim Putin yang dinilai merugikan perusahaan karena menjadi ‘korban bully’ masyarakat Amerika Serikat (AS).

Terbukti dari pejabat di negara bagian Ohio hingga New Hampshire yang telah meminta toko minuman keras untuk menghapus produk buatan Rusia atau merek Rusia dari rak mereka. Selain itu, beberapa pemilik bar juga membuang-buang vodka Stoli.

3. IMF Ingatkan Dampak Ngeri Perang Rusia-Ukraina

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mengingatkan dampak buruk pada perekonomian global imbas dari konflik Ukraina dan Rusia.

Gangguan pasokan disebut-sebut akan berisiko terjadi pada negara dengan hubungan ekonomi dekat dengan Rusia.
IMF juga mengatakan ada konsekuensi ekonomi dan efek sanksi terhadap Rusia yang akan meluas ke negara lain.

“Perang yang sedang berlangsung dan sanksi terkait juga akan berdampak parah pada ekonomi global,” kata IMF.

4. Jeep dan Dodge Ogah Ikut Tutup Pabrik di Rusia

Perusahaan pembuat kendaraan merek Dodge dan Jeep, yaitu Stellantis merasa tidak perlu menutup pabriknya di Rusia. Perusahaan menilai penutupan operasi bisnis di Rusia salah sasaran dan menambah kisruh yang sudah terjadi.

“Kami menghormati dan mencintai masyarakat lokal, meski itu berarti kami memiliki orang-orang di Ukraina, kami merawat mereka. Kami memiliki orang-orang di Rusia dan kami juga mencintai mereka,” kata Tavares.

Ia juga mengatakan, rezim adalah satu hal, warga adalah hal yang lain. Sehingga menurutnya tidak bisa kita menutup produksi yang dibutuhkan masyarakat hanya karena alasan untuk ‘menghukum’ salah satu pihak.

Simak Video “Museum di Ukraina Bergegas Selamatkan Warisan Nasional
[Gambas:Video 20detik]

(das/das)

Leave a Reply

Your email address will not be published.