denny4

H: Berapa budget digital marketing yang disedikan agar pemasaran efektif?

DS: Unlimited.

H: Apa yang  Denny lakukan di tengah kesibukan untuk bersantai?

DS: Main PlayStation (PS). Sempat bertahun-tahun saya nggak main, tapi sekarang saya rutin setiap pagi main PS. Atau kalau ada film baru yang bagus, saya nonton di bioskop.

H: Apakah keluarga juga berlatar belakang seorang pebisnis?

DS: Nggak. Papa saya kerja jadi karyawan sampai 30 tahun. Sedangkan mama ibu rumah tangga biasa.

H: Apa harapan yang belum tercapai?

DS: Saya ingin membuat 100 atau 1000 orang di Indonesia jadi miliarder melalui perusahaan saya. Harus terukur dan bisa didokumentasikan agar diakui. Saya mau terdokumentasikan dengan rapi. Sekarang lagi dibuat sistemnya.  Banyak alumni kelasku yang sukses sekarang.

H: Ada yang gagal dari yang sudah mengikuti kelas-kelasnya?

DS: Ada. Mereka yang nggak melakukan apa-apa. Karena faktornya 3, mindset, skillset, action. Banyak yang gagal karena nggak ada action.

H: Apa yang membuat mereka nggak action?

DS: Motivasi. Semua orang butuh makan, tapi malas berburu. Semua kembali ke orangnya masing-masing. Yang ngajar sama, materi sama, hasilnya bisa beda. Banyak dari mereka yang tahu buat produk, riset pasar, tapi nggak tahu make money, lupa cari duit.

H: Jadi, yang banyak membuat pebisnis gagal itu karena lupa make money?

DS: Mereka cuma mikir bikin barang terus dijual. Lupa bikin Disneyland itu tadi. Harus bisa bikin identity yang melekat dan mewakili target pasar kita. Selami mereka sedetail mungkin. Apa masalah mereka, karena market itu punya false belief. Dan tugasnya digital marketing itu create interest and demand, dan menghancurkan false belief dari customer.

Contohnya false belief itu misalnya, “Gue gaptek, gimana bisa belajar digital marketing. Atau “Gue tertarik, tapi nggak punya ide bisnis.” Itu false belief.

Next: Tentang buku yang mengubah hidup