Denny Santoso, Founder DigitalMarketer.id berbagi tentang kisah perjalanannya dalam berbisnis sejak tahun 1999 hingga sekarang.

Sebelum mendirikan DigitalMarketer.id pada tahun 2015, Denny telah lebih dulu membuat banyak bisnis, mulai dari PT. Jaya Sportindo (distributor resmi suplemen merek Ultimate Nutrition), Supplier.id dan DuniaFitnes.com. Denny memulai perjalanannya sebagai entrepreneur sejak tahun 1999, dengan berjualan suplemen fitness. Dalam wawancara khusus dengan Hitsss.com, Denny Santoso berbagi tentang perjalanannya menjadi seorang pebisnis sukses.

Hitsss.com (H): Bisa ceritakan perjalanan bisnis Denny yang awalnya menjadi penjual suplemen?

Denny Santoso (DS): Sebelum jualan suplemen, saya dari SMA sudah jualan CD game. Saat kuliah baru saya mulai jualan suplemen fitness. Saya ambil dari toko di luar negeri. Saya jualan semuanya sendirian, bawa tas besar dari gym ke gym. Bener-bener kayak sales door to door gitu. Hingga menjadi perusahaan bernama Sportindo. Kepemilikannya masih di saya, tapi perusahaan itu sekarang sudah jalan sendiri.

Saya juga mendirikan StartupBisnis, media untuk belajar startup, tapi saya tutup. Tahun 2014 saya bangun Supplier.id, jadi kami mengumpulkan reseller untuk menjual barang dari China. Tapi juga sudah saya tutup, karena lambat laun saingannya banyak sekali.

Saya baru-baru ini buat Bonnels, essential oil yang bisa untuk banyak kegunaan, seperti untuk batuk pilek, membuat tidur lebih nyenyak dan lain sebagainya. Lumayan banget, baru empat bulanan udah mencapai setengah milyar.

H: Bagaimana caranya hanya dalam beberapa bulan bisa mencapai nilai tinggi seperti itu?

DS: Genjot iklan aja di media sosial. Untuk Bonnels sekarang kami lagi berbenah di tim dan pabrik. Kami punya pabrik di Surabaya, tapi mau nambah lagi nanti di Jakarta. Sekarang sedang membenahi infrastrukturnya, karena pertumbuhannya cepat. Kami juga mau cari CEO nya, karena saya nggak mau fokus di dua tempat.  Saya hanya mau fokus di DigitalMarketer.id.

H: Apa kunci dalam berbisnis untuk bisa membuat orang atau pelanggan tertarik?

DS: Orang selalu mencari kesempatan baru (new opportunity). Sesuatu yang baru untuk bantu menyelesaikan masalah. Dulu, suplemen fitness itu cukup langka, tapi orang membutuhkannya. Ditambah pada masa itu, industri fitness juga sedang naik daun, mulai dari berdiri dan berkembangnya Celebrity Fitness, Gold’s Gym, Fitness First, dan lain sebagainya.

Saat orang-orang jualan suplemen di mall, saya jualannya langsung ke tempat gym. Jadi saya memotong mata rantai. Dan produk itu kualitasnya sudah bagus, serta punya nama di luar negeri. Jadi orang sudah tahu manfaatnya, hanya saja saat itu sulit mendapatkannya.

H: Dari beberapa bisnis yang ditutup, apa pertimbangannya saat menutup bisnis?

DS: Saya hanya ingin fokus di satu tempat. Karena fokus itu berarti harus memikirkan struktur, framework, keseluruhannya. Kalau nggak memungkinkan mengurus keseluruhannya ya tutup saja. Dan pertimbangan lainnya, ya kalau pemasukannya belum sampai ratusan juta, ya lebih baik tutup.  Terbukti ketika saya fokus, workshop saya di DigitalMarketer.id bisa naik hingga 5 kali lipat.

H: Tapi, bukankah ketika memutuskan mendirikan bisnis sudah melalui proses pemikiran yang matang?

DS: Kadang-kadang nggak, kok. Haha. Kadang cuma berdasarkan tren aja. Tapi, setelah punya banyak pengalaman, tentu saja saya jadi lebih matang dalam berpikir, bertindak dan membuat keputusan.

Next: Tentang DigitalMarketer.id