Dennis Adhiswara berbincang dengan Hitsss tentang pendirian Layaria, keinginan untuk menjawab kekurangan di dunia televisi, sekaligus memfasilitasi para kreator video untuk berkarya, mendapat penonton, dan mendapat penghasilan tambahan.

Dunia akting memang telah melambungkan nama Dennis Adhiswara, yang populer dikenal semenjak memerankan tokoh Mamet dalam fim Ada Apa Dengan Cinta (2002). Hingga kini, Dennis pun terus aktif di dunia film dengan menjadi aktor dan sutradara.

Namun tak berhenti sampai di situ, beberapa waktu belakangan ini, Dennis juga banyak memfokuskan dirinya di arena barunya, yang masih tetap tak jauh-jauh dari dunia visual bergerak alias video.

Sejak 2012, Dennis disibukkan dengan aktivitasnya menjadi pengusaha, lewat pendirian Layaria, sebuah multi-channel network berbasis video online. Di platform ini, Dennis yang menjabat sebagai CEO, mengajak para sineas muda untuk membuat video sendiri dan mengunggahnya di internet.

Gagasan pendirian Layaria ini selain didasari kecintaan Dennis pada dunia film, juga sekaligus upayanya menjawab kekurangan yang ia lihat ada di dunia televisi. Misalnya, konten-konten kurang kreatif atau kurang mendidik yang berseliweran ada di layar kaca.

Di sisi lain, Dennis melihat bahwa pertumbuhan kreator video, terutama di YouTube, semakin banyak. Banyaknya konten-konten video itulah yang menggerakkannya ingin membuat sebuah platform untuk para kreator video ini, dalam sebuah wadah.

Melalui Layaria, Dennis ingin selain membantu kreator video jadi lebih dikenal dan bahkan mendapatkan klien atau uang, ia juga mengarahkan agar konten yang dibuat di sana bersifat positif. Beberapa waktu lalu, Hitsss sempat berbincang dengan lelaki kelahiran 14 September 1982 ini. Berikut petikannya.

Via Layaria/ hitsss.com
Dok. Layaria

Hitsss (H): Bisa ceritakan visi awal kala membentuk Layaria?

Dennis Adhiswara (DA): Tujuannya adalah agar bisa meyeimbangkan konten yang tersedia di televisi, dengan konten dalam bentuk video melalui online. Selain itu, turut memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkarya.

Saya sendiri latar belakangnya adalah perfilman dan sinematografi. Kalau kita lihat, keberadaan film dan musik indie, misalnya, bisa mengimbangi film dan musik komersial. Maka, kita juga bisa mengimbangi konten-konten di televisi.

Baca halaman selanjutnya: Konten apa saja yang ada di Layaria…