Bagaimana wajah bisnis startup Indonesia di 2017? Startup di sektor ecommerce akan mengalami penurunan dan masa suram, sementara di bidang keuangan (financial technology/fintech) akan tetap eksis. Itulah sekelumit tantangan yang mengemuka di dunia bisnis digital 2017.

Mengawali 2017, kita mendapat berita ecommerce lingerie Lolalola hentikan operasional situs mereka pada 4 Januari 2017 lalu. Startup di sektor ecommerce yang diluncurkan pada Maret 2015 silam, agaknya tak cukup mampu mempertahankan “nafas” dan eksistensinya di pentas bisnis tanah air.

Suramnya startup di bidang bisnis ecommerce pada 2017, sudah mengemuka dan diprediksi dalam ajang kegiatan seri Startup Lokal V.72 yang digelar pada akhir Desember 2016 lalu.

Dua pembicara terkenal yaitu. Rama Mayuama dari Daily Social dan Rama Manusama dari MDI Venture mampu memaparkan data dan fakta mengenai pertumbuhan startup di Indonesia serta prediksi perkembangannya di tahun 2017.

Dalam evaluasi dan kilas-balik dunia startup di Indonesia pada 2016, kedua narasumber melihat tahun 2016,  ecommerce ternyata merupakan bisnis startup yang menjadi primadona. Nilai uang yang berputar di bisnis ini begitu menggiurkan bagi para pemain besar lokal dan para konglomerat asal luar negeri, untuk ikut ambil bagian.

Di sisi lain, tahun 2016 merupakan momen yang spesial bagi para pemain ecommerce di tanah air, karena mereka telah mendapat dukungan resmi dari pemerintah, baik dalam bentuk  roadmap ecommerce, program inkubator hingga dukungan pendanaan yang tak sedikit.

Di luar sektor ecommerce, startup bidang bisnis financial technology (fintech) terus mengalami kemajuan dan perkembangan pesat di 2016.

Menurut Rama Mayuama sepak terjang dua kategori startup di atas – bisnis ecommerce dan fintech – sangat terlihat sekali masifnya pertumbuhan mereka di 2016. Bahkan, sektor ini masih menjadi pilihan pertama bagi para pegiat startup di Indonesia.

“Kendati perkembangan startup pada 2016,  sedikit menurun dibandingkan tahun 2015,  Namun, yang menjadi kejutan adalah sektor bisnis ecommerce masih menjadi pilihan pertama untuk memulai bisnis. Dan tak diduga, Fintech bisa naik ke posisi kedua di bawah ecommerce,” jelas Rama Mayuama.

Kemajuan bisnis Fintech atau layanan jasa keuangan yang memanafaatkan teknologi terus berkembang pesat di 2016, akhirnya memunculkan beragam startup berbasis digital dengan varian produk finansial. Kondisi ini tentunya sangat memberikan kenyamanan, kemudahan dan kepraktisan bagi masyarakat luas.

Di lain sisi, bank konvensional pun turut bertransformasi mengikuti tren fintech untuk menyerap potensi pasar yang sangat  luas.  Alhasil jumlah pemain Fintech terus bertambah ke depannya, dengan dukungan para investor besar di dalam dan luar negeri.

Baca halaman berikutnya: Tantangan dan peluang bisnis di 2017…