Ernanda Putra, desainer grafis dan Creative Director Makna Creative, sepertinya tak puas dengan satu profesi saja. Selain dikenal sebagai social media influencer, Nanda -panggilan akrabnya- juga kerap aktif di dua bisnis lainnya, Daily Reds dan Kakatua Hostel.

Mengulas sedikit mengenai awal mula Daily Reds, Nanda yang awalnya kerap mem-posting foto-foto apik melalui akun Instagram @ernandaputra, ingin memiliki akun lain untuknya mem-posting foto-foto kesukaan khususnya. “Berbubung saya gemar dengan Liverpool dan segala sesuatu berwarna merah, saya pun membuat akun @dailyreds. Apa pun yang saya kenakan atau saya temukan berwarna merah, pasti saya post di akun tersebut,” kata Nanda.

Ia pun tanpa disengaja mengundang pengguna Instagram lain untuk melakukan hal yang sama melalui tagar #dailyreds. Pengikut pun semakin bertambah, membuat Nanda lantas berpikir ingin menciptakan sesuatu. “Saya terkadang iseng menjahit dompet sendiri dari bahan kulit. Akhirnya saya membuat merek Daily Reds dengan memroduksi produk berbahan kulit, seperti dompet, tali kamera, case ponsel, dan lainnya, bersama istri saya dan dua rekanan lainnya pada tahun 2012 lalu,” ungkap Nanda.

Produk-produk premium dengan harga berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 1,5 juta ini memang dibuat dari bahan baku yang cukup mahal. “Untuk bahan baku, ada kulit yang khusus kami impor dari Pakistan, ada pula yang kami dapatkan di Jawa. Pembuatannya pun hand-made dengan vendor,” tambah Nanda.

Mengenai pemasaran, Daily Reds selain dipasarkan melalui situs, juga menggunakan Instagram sebagai media pemasaran online. Terkadang, Daily Reds juga hadir di booth-booth pada acara tertentu. “Kami mengedepankan kualitas produk. Pembeli selalu ada, namun kami memang menginginkan tetap eksklusif, jadi produksi terbatas dengan pertumbuhan organik,” lanjutnya.

Sedangkan Kakatua Hostel, sebuah backpacking hostel berkonsep eco-friendly modern, berlokasi di Raja Ampat, Papua Barat, dijalankan Nanda dengan beberapa rekanan, seperti salah satu inisiator Dia-Lo.Gue Artspace, Franky Sadikin dan Keenan Pearce. Ia sendiri bersama Keenan bertugas untuk melakukan pemasaran. Baik pemasangan iklan di TripAdvisor, bergabung dengan traveling organizer seperti Kakaban Trip, hinggga melalui situs Bobobobo digunakan Nanda dan Keenan untuk memasarkannya.

Mengenai passion-nya berwirausaha, Nanda mengungkapkan bahwa ia ingin menciptakan sebuah aplikasi mobile layanan jasa. “Belum saya mantapkan lagi aplikasinya akan seperti apa, namun satu yang pasti bahwa kewirausahaan adalah salah satu kegiatan yang tidak pernah lepas dari saya. Sebab kewirausahaan, memungkinkan untuk saya dapat berkreasi dan berkarya di berbagai media,” katanya. (KA)