Pengamat: Investasi Bodong Skema Sama, Bajunya Beda


Liputan6.com, Jakarta – Investasi bodong merupakan penipuan berkedok investasi yang belakangan ini marak terjadi dan cukup banyak memakan korban. Tak sedikit orang yang sering disebut crazy rich turut terseret namanya karena kasus investasi bodong. 

Mengomentari hal tersebut, investor sekaligus pengamat, Teguh Hidayat mengungkapkan, kasus investasi bodong sudah ada sejak dulu dan skemanya sama. 

“Jadi begini, namanya investasi bodong sudah ada dari dulu, dari dulu sekali dari zaman orangtua kita mungkin. Modusnya sebenarnya selalu sama menawarkan cara untuk cepat kaya, atau skema cepat kaya,” kata Teguh kepada Liputan6.com, Senin (7/3/2022). 

Teguh menuturkan, umumnya investasi bodong memberikan iming-iming keuntungan besar dalam jangka waktu cepat. 

“Misalnya ada yang menawarkan investasi dengan modal 1 juta, kemudian minggu depan dijanjikan akan dikembalikan 2 juta. Skema seperti itu yang lebih menarik di mata orang awam, dibandingkan investasi seperti deposito yang hanya memberi keuntungan 4 sampai 5 persen setiap tahun,” ujar Teguh. 

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan meskipun skemanya sama yaitu skema cepat kaya, tetapi modusnya beda-beda. 

“Skemanya satu dari dulu, tapi modusnya macam-macam, saya bilangnya bajunya beda-beda. Misalnya investasi emas, saham atau properti. Iming-imingnya uang yang diberikan akan dibelikan emas atau properti, namun nyatanya tidak. Tapi pada dasarnya, skema tetap sama yaitu skema ingin cepat kaya,” ujar Teguh. 

“Binomo misalnya yang belakangan ini lagi ramai, itu salah satu contoh bajunya juga,” lanjut Teguh.

Kemunculan sosial media juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap investasi bodong yang diduga dimanfaatkan juga oleh para orang yang disebut crazy rich. 

“Kanapa crazy rich banyak yang terlibat? Karena mereka bisa memamerkan kekayaan seperti mobil, rumah mewah yang mereka katakan dari hasil investasi. Kemudian tinggal ditambahkan cerita dramatis seperti mulai dari miskin, itu membuat orang semakin percaya dan tertarik,” tutur Teguh. 

Pada akhirnya banyak masyarakat yang tertarik karena crazy rich pamer kemewahan yang semakin membuktikan kekayaan mereka nyata hasil dari suatu investasi.

Maka dari itu, Teguh selaku investor dan pengamat selalu mengimbau kepada orang-orang untuk tidak mudah percaya dengan skema cepat kaya. 

“Untuk seseorang dari enggak punya uang sampai punya miliaran itu butuh proses panjang, tidak ada beli saham hari ini, besoknya kaya. Jadi hati-hati, ketika ada yang menawarkan investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat,” ucapnya. 

Selain itu, Teguh juga menuturkan, crazy rich yang sebenarnya itu tidak pernah memamerkan kekayaannya di media sosial. Maka dari itu masyarakat juga perlu waspada ketika ada orang yang tidak tahu asalnya dari mana, pamer kekayaan, dan menawarkan investasi dengan skema cepat kaya. 

“Crazy rich beneran seperti Pak Sandiaga Uno dan Erick Thohir saja tidak pernah pamer.  Kalau pingin kaya ada prosesnya, kalau tiba-tiba nongol entah dari mana yang disebut crazy rich yang setahun lalu kita enggak tahu siapa, terus sekarang viral  di mana-mana itu perlu dicurigai, kalau bukan penipu mungkin tokoh penipu yang direncanakan,” pungkas Teguh.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing menyatakan, tidak ada jaminan uang yang telah diinvestasikan ke platform ilegal investasi bodong akan kembali 100 persen. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk berhati-hati sebelum…

Leave a Reply

Your email address will not be published.