Kupas Tuntas – Polda Lampung Percepat Pemeriksaan Dugaan Investasi Bodong ATG/ATC, Saksi-saksi Segera Dipanggil


Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Ditreskrimsus Polda Lampung akan mempercepat pemeriksaan dugaan investasi bodong ATG/ATC milik Wahyu Kenzo, saksi-saksi akan dipanggil dan dimintai keterangan.

Dirkrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Arie Rachman Nafarin mengatakan akan terus menindaklanjuti kasus laporan dugaan penipuan investasi bodong ATG/ATC, dimana warga Bandarlampung menjadi korban akan investasi tersebut.

“Kasus ini masih tetap berlanjut, ya masih tahap pemeriksaan dulu, melengkapi berkas dokumen dan lain-lain,” katanya.

Arie menjelaskan pihak nya akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan terlebih dahulu terhadap perusahaan investasi bodong ATG/ATC tersebut.

“Kita akan mengecek ke Bappebti dulu, mengecek perusahaan nya benar ada atau tidak, izinnya ada atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit V Cyber Crime pada Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan sudah menerima laporan korban terkait dugaan penipuan investasi bodong ATG/ATC milik Wahyu Kenzo dan akan segera meminta keterangan dari saksi-saksi.

“LP nya baru masuk ke saya mas, baru saya teruskan ke Penyidik, minggu depan mulai kita ambil keterangan saksi-saksi,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (15/4/2022).

Sebelumnya, Dinar Wahyu Saptian Dyfrig atau lebih dikenal Wahyu Kenzo resmi dilaporkan ke Polda Lampung oleh DHS, korban robot Trading ATG 5.0 dan ATC asal Lampung karena diduga melakukan penipuan dan Tindak Pidana UU ITE pada Senin (4/4/2022).

Dinar Wahyu Saptian Dyfrig merupakan pemilik Perusahaan Trading Pialang Berjangka ATG/ATC dibawah naungan PT. Panthera Trade Technologies.

DHS, korban asal Lampung telah melaporkan  Wahyu Kenzo atas dugaan Penipuan dan Tindak Pidana UU ITE yang tertuang dalam nomor laporan LP/B/383/IV/2022/SPKT/Polda Lampung tertanggal 4 April 2022.

Dinar Wahyu Saptian Dyfrig dilaporkan atas Tindak Pidana UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 Ayat (1) jo. Pasal 45 A ayat (1).

Diberitakan sebelumnya, ribuan member Trading Auto Trade Gold (ATG) dan Auto Trade Crypto (ATC) dibawah naungan perusahaan PT. Panthera Trade Technologies telah menjadi korban investasi bodong. Mereka membentuk grup korban ATG di media sosial Telegram dan anggotanya sebanyak 3.365 member. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.