Bisnis tak harus mencari uang semata. Sembari berbinis, kontribusi sosial pun bisa diberikan. Prinsip itulah yang diyakini Yohanes S, Co-Founder Crowde, startup yang berfokus menjembatani kebutuhan petani dan investor (pemodal).

Dok. Novranto/Hitsss
Dok. Novranto Huntua / Hitsss.com

Menjalankan bisnis dan wirausaha dengan dukungan teknologi, tengah menjadi tren di kalangan anak muda. Mereka tak hanya melulu berorientasi keuntungan dalam bentuk materi, tapi lebih untuk memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat tertentu, seperti kalangan petani.

Hal itu setidaknya tercermin pada sosok Yohanes Sugihtononugroho. Lelaki lulusan Prasetiya Mulya Business School jurusan Manajemen ini, mendirikan startup yang menciptakan crowd investing platform, menghubungkan petani dengan investor (crowd).

“Kami memiliki tujuan untuk “helping farmers while creating wealth”. Sehingga kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari keseluruhan proses ini. Para petani mendapatkan alternatif pendanaan untuk modal kerja yang mudah dan berkelanjutan. Sementara bagi investor, mereka mendapatkan alternatif untuk berinvestasi secara aman, yang dapat memberikan return atau imbal-hasil lebih baik, dibandingkan bunga deposito perbankan,” jelas Yohanes, saat ditemui Hitsss dalam ajang Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016 di ICE BSD, Tangerang, akhir April 2016 lalu.

Halaman selanjutnya: riset langsung…