Desainer adibusana untuk dewasa pastinya sudah banyak, namun desainer adibusana khusus untuk anak-anak? Inilah yang dikembangkan perempuan muda asal Surabaya, Cheryl Chandra, lewat Cheryl Kids Fashion.

Di usia belia, Cheryl Chandra tidak seperti remaja umumnya yang sibuk bermain. Pemilik nama lengkap Florence Cheryl Chandra ini sudah tahu pasti apa yang diinginkannya. Ia yang bercita-cita jadi seorang desainer mode, mulai serius merintis mimpinya sejak usia 15 tahun. Namun bukan desainer pakaian dewasa yang telah umum, Cheryl menekuni jalur yang masih belum banyak digarap orang, yakni perancang busana khusus anak. “Saya sangat suka dengan dunia anak, dan mode untuk anak masih sangat sedikit,” kata Cheryl.

Lewat merek Cheryl Kids Fashion, Cheryl mengembangkan bisnisnya berbasis kawasan Surabaya, yang jadi kota kelahiran dan tempat tinggalnya. Perempuan yang kini berusia 25 tahun ini membuat karya desain eksklusif, khas dengan gaun-gaun cantik, menjadikan anak-anak yang mengenakannya nampak bagai puteri raja. Warna-warna lembut dan cerah mendominasi karya-karya Cheryl. Begitu pula pada setelan jas yang ia ciptakan untuk anak lelaki.

Butik Cheryl Kids Fashion di Surabaya (Dok. Cheryl Chandra)
Butik Cheryl Kids Fashion di Surabaya (Dok. Cheryl Chandra)

Sepuluh tahun berjalan, perlahan namun pasti, Cheryl dikenal ahli menciptakan produk mode ‘berkelas’ bagi anak-anak. Pemilihan model, bahan, serta pernak-pernik yang teliti dalam setiap karyanya, menjadikan Cheryl dikenal sebagai desainer adibusana khusus anak-anak. Bukan pelanggan lokal Surabaya saja yang menggemari karya-karya Cheryl, mereka juga berasal dari luar Surabaya, seperti Jakarta, dan luar Indonesia, seperti Dubai, Qatar, Singapura, Australia, dan Malaysia, menjadi pelanggan tetap Cheryl Kids Fashion. Di sela-sela kesibukannya memenuhi pesanan pelanggan, perempuan yang mengagumi Biyan dan Sebastian Gunawan ini menjawab beberapa pertanyaan Hitsss. Mari kita simak!

Hitsss (H): Bagaimana Cheryl mengawali karier sebagai desainer pakaian anak-anak?

Cheryl Chandra (CC): Tahun 2005, saya lulus dari salah satu sekolah desain mode di Surabaya. Saya melihat bahwa dunia mode, khususnya mode anak-anak di Indonesia, masih sangat jarang dan masih kurang mendapat perhatian. Selain itu saya memang menyukai dunia anak-anak, akhirnya saya pun yakin ambil jalur ini.

H: Ketika awal merintis karier sebagai desainer, berapa modal dan dari mana memperolehnya?

CC: Awal tahun 2005, bermodalkan satu mesin jahit dan satu pegawai rumah tangga yang saya latih untuk menjahit, saya terjun ke dunia mode anak, yang pada waktu itu pemasaran saya hanya melingkupi kerabat-kerabat terdekat. Namun semua hasil kerja keras itu sekarang dapat terbayarkan, karena semua mimpi saya menjadi kenyataan. Saya pun merasa bangga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain. Hingga saat ini saya mempunyai 13 tenaga kerja yang membantu membesarkan Cheryl Kids Fashion menjadi salah satu merek lokal yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional.

Foto: Dok. Cheryl Chandra
Foto: Dok. Cheryl Chandra

H: Bagaimana ceritanya kali pertama mencipta desain sendiri, dan seperti apa proses kreatif Cheryl?

CC: Awalnya saya menjahit pakaian boneka kesayangan saya, dan menjadikannya model anak-anak versi saya. Sebab pada saat itu, saya bermimpi menyelenggarakan fashion show. Saya terinsipirasi membuat pakaian yang sama antara boneka dan pemiliknya. Saya suka sekali produk tekstil, seperti kain, lace, brocade, renda, dan pearls. Saya malah banyak mengoleksinya.

Mengenai proses pembuatan baju di Cheryl Kids Fashion, saya sebagai desainer harus bertemu klien (anak dan ibu). Kami berbagi ide mengenai pakaian yang akan dibuat. Saya harus tahu akan dipakai untuk acara apa, apakah pesta indoor atau outdoor, karena akan sangat berpengaruh pada desain pakaiannya. Baru melakukan proses pengukuran dan memilih bahan, warna, dan ‘perintilan’-nya.

"Saya sangat mencintai dunia anak-anak." (Dok. Cheryl Chandra)
“Saya sangat mencintai dunia anak-anak” (Dok. Cheryl Chandra)

H: Tampaknya Cheryl menggemari warna pastel, serta gaun-gaun bergaya bak puteri, dari mana datangnya inspirasi tersebut dan apa ada makna tertentu?

CC: Menurut saya, setiap ide dan inspirasi bagi setiap pelaku seni, khususnya desainer, bisa didapatkan dari apa yang berada di sekitar kita sehari-hari. Seperti saat saya berada di taman dan melihat bunga, maka kelopak bunga pun dapat menjadi inspirasi buat saya. Sementara itu kenapa warna-warna pastel sering muncul dalam setiap karya saya, karena warna-warna pastel sesuai dengan trademark saya. Di mana warna-warna tersebut memberi kesan lembut sehingga anak-anak khususnya anak perempuan, lebih terlihat anggun layaknya seorang puteri.

H: Apa yang Cheryl lakukan untuk dapat selalu mengembangkan ide baru dalam menciptakan karya?

CC: Untuk mengembangkan ide dan inspirasi, biasanya saya mengikuti perkembangan dunia mode dari majalah dan media sosial. Namun tidak hanya mode anak-anak saja, sebab tidak dapat dimungkiri bahwa dunia mode bagi orang dewasa merupakan kiblat bagi dunia mode anak-anak.

H: Bagaimana Cheryl memperluas pemasaran Cheryl Kids Fashion?

CC: Untuk memperluas pasaran, yang paling utama meningkatkan kualitas produk. Selain itu pelayanan kepada konsumen, pemasaran melalui media sosial, serta kekerabatan dengan rekan-rekan media. Untuk awal, saya coba fokus pada pasar lokal di Surabaya, karena saya kira kami tidak dapat berkompetisi di luar apabila kami belum mengenal dan menguasai pasar lokal.

H: Apa kendala yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis, dan bagaimana menyelesaikannya?

CC: Menurut saya, kesulitan terberat menjalani profesi sebagai desainer mode anak-anak adalah ketika berhadapan dengan klien yang punya banyak keinginan yang tidak sesuai dengan kemauan anak. Di sinilah kreativitas desainer mode anak diuji, agar dapat memadupadankan selera orangtua dan keinginan sang anak itu sendiri, sehingga dapat terpenuhi menjadi produk mode indah.

H: Ceritakan pencapaian yang pernah Cheryl dapatkan sebagai seorang desainer dan entrepreneur?

CC: Saya pernah memperoleh beberapa penghargaan, antara lain The Best Appearance Female 2013 by John Robert Power, penghargaan dari UNESCO pada tahun 2005, penghargaan dari Ohio untuk lomba melukis internasional, dan beberapa penghargaan lainnya. Saya juga kadang menjadi pembicara dan memberikan kuliah singkat kepada para mahasiswa tentang entrepreneurship di kampus.

Foto: Dok. Cheryl Chandra
Foto: Dok. Cheryl Chandra

H: Berapa omset Cheryl Kids Fashion setiap bulan?
CC: Omset Cheryl Kids Fashion tidak menentu, rata-rata setiap bulan kami dapat menjual 30-50 gaun dengan kisaran harga dari Rp 980 ribu sampai Rp 10 juta. Kuantitas penjualan akan berbeda pada bulan-bulan tertentu.

H: Bagaimana Cheryl menghadapi persaingan dengan mereka yang juga menyajikan produk mode anak?

CC: Menurut saya, apapun jenis bisnisnya akan selalu ada persaingan. Persaingan membuat kita jadi lebih termotivasi untuk menjadi yang terbaik. Cara menyiasatinya dalam dunia mode adalah dengan memberikan tren tersendiri untuk produk yang saya ciptakan.

H: Siapa saja pihak yang berperan dalam keberhasilan Cheryl sebagai seorang desainer mode anak-anak?

CC: Sosok yang sangat berperan besar dalam perjalanan karier saya jelas tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan kedua orangtua saya. Ketika saya memutuskan untuk berhenti mengambil jalur pendidikan formal, saat saya berusia 13 tahun, merupakan keputusan yang sangat besar kala itu, namun kegigihan orangtua saya yang akhirnya membesarkan niat saya untuk menempuh jalur non-formal agar semua cita-cita saya dapat tercapai.

Melewati segala pandangan miring orang-orang, yang memandang sebelah mata di awal karier saya, membuat saya tidak patah semangat. Karena dengan begitu saya tertantang untuk membuktikan bahwa kesuksesan itu tidak semerta-merta melalui jalur pendidikan formal, melainkan kunci utama adalah niat dan usaha tanpa putus asa.

H: Rencana ke depan yang akan dilakukan?

CC: Yang terdekat pastinya Cheryl Kids Fashion setiap setahun sekali pada awal tahun akan meluncurkan koleksi tahunan terbaru, dan ketika peluncuran, kami akan selalu memanggil teman-teman media lokal dan nasional untuk meliput berbagai tren terbaru di dunia mode anak-anak.

H: Apa pesan Cheryl untuk generasi muda Indonesia yang ingin sukses menjadi entrepreneur?

CC: Konsisten dengan jalur yang telah dipilih, tetap semangat dan tidak putus asa. Karena semua tantangan yang kamu dapatkan, akan menjadi pelajaran untuk lebih baik lagi. Seperti misalnya saat timbul persaingan di industri mode. Saat terlihat ada yang meniru produk kamu, jadikan itu motivasi untuk menciptakan karya-karya yang lebih inovatif lagi. Atau saat ada klien yang memberikan kritik dan saran. Jangan dulu berkecil hati, jadikan itu sebagai pelajaran terbaik. Semua impian saya sejak usia saya 15 tahun kini menjadi nyata karena semua itu. (KA)

This slideshow requires JavaScript.