Bagi sebagian orang, liburan tidak selalu berisi hal menyenangkan. Jika kamu merasa tidak lebih segar setelah liburan, mungkin kamu mengalami holiday blues.

Bagi banyak orang, liburan berarti momen penuh keceriaan. Tapi, bagi sebagian orang, ada juga yang merasakan kelelahan berlebih hingga stres setelah liburan. Inilah yang dinamakan holiday blues.

Salah satu survei yang dilakukan American Psychological Association pada tahun 2006 terhadap 786 orang dewasa mengungkap data menarik tentang holiday blues. Emosi positif yang dirasakan saat liburan seperti semangat dan bahagia, sering disertai dengan rasa lelah, stres, kembung, sedih dan mudah tersinggung.

Penyebab dan Gejala Holiday Blues

stres

Sebanyak 38% persen dari orang yang disurvei mengatakan tingkat stres mereka meningkat selama liburan karena beberapa faktor seperti: kurangnya waktu, uang, dan tekanan saat pertemuan keluarga.

Memaksakan berkumpul dengan banyak orang juga bisa menjadi salah satu penyebab holiday blues. Penyebab lain holiday blues yang diungkap dalam survei tersebut adalah stres karena pekerjaan yang dibawa saat berlibur.

Stres akibat pekerjaan tidak pernah sepenuhnya hilang ketika liburan. Karena banyak orang tetap mengkhawatirkan perkerjaan mereka saat liburan dan tidak benar-benar punya waktu cukup untuk bersenang-senang. Tanggung jawab mereka di pekerjaan sering kali mengintervensi liburan mereka.

Selain itu, dari data tersebut juga ditemukan bahwa perempuan lebih mudah merasakan holiday blues dibanding laki-laki. Karena pada musim liburan, perempuan akan lebih banyak beban kerja di rumah, seperti membereskan rumah atau mencuci baju kotor setelah liburan. Belum lagi “lembur” di dapur seperti memasak untuk banyak tamu di rumah dan mencuci piring.

Lebih dari 1.000 orang dewasa yang didata oleh Principal Financial Group, sebuah perusahaan investasi global berbasis di Amerika Serikat pada tahun 2017, menemukan bahwa 53 persen orang mengalami stres finansial akibat pengeluaran berlebihan saat liburan. Meskipun faktanya, separuh lebih dari mereka telah menetapkan anggaran pengeluaran untuk liburan mereka.

Gejala yang paling umum dari holiday blues adalah kamu merasa lebih sulit melakukan kegiatan yang sederhana seperti bangun tidur, makan dan berjalan-jalan. Gejala lainnya juga meliputi merasa lebih lelah dari biasanya, kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya membuatmu bahagia dan sulit berkonsentrasi.

Next: Cara Mengatasi Holiday Blues