Dari kreasi puding lembut bermodalkan Rp 5 juta, duet kakak-beradik ini sukses mengembangkan bisnis puding hingga memiliki 18 gerai di ibukota.

Bisnis kuliner memang tak pernah sepi. Selama manusia ada, pasti akan membutuhkan makanan dan minuman. Tak heran banyak pelaku usaha yang terjun menekuni bisnis ini, dan jika bisnisnya dikelola baik, berpeluang mendulang untung besar.

Termasuk juga menu hidangan penutup alias dessert, yang kreasinya makin marak di Indonesia. Adalah kakak-beradik Eugene Patricia dan Adrian Christopher, yang turut merasakan manisnya laba bisnis dari bisnis dessert. Di bawah bendera Puyo Silky Dessert, mereka merinstis bisnis tersebut sejak Juli 2013.

“Banyak yang meremehkan kami di awal-awal perjalanan. Anak muda berjualan, jualan puding pula,” ujar Eugene Patricia, Co-Founder Puyo, membuka kisahnya kepada Hitsss. Bersama sang kakak, mereka mengembangkan resep puding milik sang ayah selama tiga bulan, sebelum akhirnya mulai menjualnya.

Sedari awal, baik Eugenie maupun Adrian sadar ingin mengembangkan makanan itu sebagai sebuah produk. Dirumuskanlah konsep puding dessert yang bertekstur lembut dan tidak terlalu manis.

Dok. Qraved
Dok. Qraved

Eugene dan kakaknya bereksperimen dengan aneka rasa seperti taro, stroberi, bubble gum, pisang, green tea, mangga, hazelnut dan cokelat. Kemasan dibuat sederhana alias grab-to-go, dalam warna-warni memikat.

Baca halaman selanjutnya: selain kemasannya ‘anak muda’…