Dikelola oleh Mobiliari Group, portal anak muda Indonesia Hitsss.com yang berfokus pada kewirausahaan, startup, kultur kreatif, dan gaya hidup anak muda, mengadakan acara peluncuran, berkolaborasi dengan LocalFest di Grand Indonesia, Sabtu (5/9) lalu. Dengan tajuk acara HITSSS FEST 2015: League of Young Innovators, acara peluncuran Hitsss.com ini diisi dengan bincang-bincang interaktif dan inspiratif dengan pebisnis dan pendiri startup muda, kreatif, dan sukses. Sesi bincang-bincang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berisi topik “Berhasil Menjadi Wirausahawan Kreatif dan Inovatif”, menghadirkan pembicara Hendy Setiono (Founder & CEO Baba Rafi Enterprise), Angga Dwimas Sasongko (Founder & CEO Visinema Pictures) dan Barli Asmara (Owner & Creative Director Barli Asmara).

Barli mengungkapkan bahwa, perlu terus-menerus melakukan inovasi agar bisa terus menarik pelanggan. Pengalamannya berinteraksi dengan pelanggan selama bertahun-tahun membuatnya berkesimpulan, selain kreativitas menghasilkan karya, kesuksesan dalam berkomunikasi dengan pelanggan akan membawa kesuksesan pada bisnis.

Sementara Hendy, yang memulai bisnis kuliner kebab dengan modal Rp 4 juta, mengakui bahwa ia menjalankan bisnisnya dengan penuh perjuangan. Namun berbagai kendala yang ada, tidak membuat semangatnya memudar. Hasilnya, kini dari hasil franchise dan beberapa perusahannya, ia sukses meraup omset miliaran setiap bulannya. “Dulu kami UKM, Usaha Kecil Melarat. Sekarang juga masih UKM, tapi Usaha Kecil Miliaran,” tuturnya, seraya tertawa.

Angga yang juga sutradara film, bercerita tentang terobosannya dalam mempromosikan film secara inovatif untuk meraih perhatian publik, seperti film Filosofi Kopi. Dari mulai giat membuat promosi bersistem user generated content hingga membuat kafe Filosofi Kopi. Ia juga menyebutkan, untuk menjalani bisnis tidak boleh berhenti aktualisasi diri dan selalu berpikir melampaui bisnis itu sendiri. Ia mengaku, tidak hanya bergaul dengan orang-orang industri film saja. Tapi juga menjalin relasi dan jaringan dari orang-orang di bidang lain.

Setelah sesi pertama selesai, dilanjutkan dengan sesi kedua yang mengangkat topik “Kunci Sukses Membangun Bisnis Statup” dengan menampilkan pembicara Natali Ardianto (Co-Founder & CTO Tiket.com), Achmad Zaky (Founder & CEO Bukalapak.com) dan Hanifa Ambadar (Co-Founder & CEO Female Daily Network).

Angga Dwimas Sasongko, Barli Asmara, Hendy Setiono, menjadi pembicara di bincang-bincang "League of Young Innovators", peluncuran Hitsss.com, Sabtu (5/9). (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)
Angga Dwimas Sasongko, Barli Asmara, Hendy Setiono, menjadi pembicara di bincang-bincang “League of Young Innovators”, peluncuran Hitsss.com, Sabtu (5/9). (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)

Tiket.com merupakan platform pemesanan tiket online yang menyediakan tiket pesawat, kereta, konser, hotel, hingga sewa mobil. Sedangkan Bukalapak merupakan situs jual-beli online, di dalamnya terdapat banyak UKM yang berjualan aneka ragam produk dari mulai barang elektronik hingga perlengkapan rumah tangga. Sementara Female Daily Network adalah media online untuk perempuan, yakni, Femaledaily.com dan Mommiesdaily.com.

Jika model bisnis yang dilakukan Tiket.com dalam melakukan bisnisnya berdasarkan komisi dan Bukalapak yang bermain sebagai online marketplace, maka Hanifa Ambadar dengan Female Daily Network-nya, memiliki perbedaan dari kedua pembicara tersebut melalui bisnis media online-nya yang berbasis dari periklanan. Situs Female Daily berawal dari forum yang mewadahi perempuan dengan segala kebutuhannya. Selain berisi artikel kecantikan dan perawatan tubuh, situs ini juga menampilkan review produk dari berbagai merek terkait.

“Kami banyak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar dan merek-merek yang target pasarnya untuk perempuan di usia 18-40 tahun. Dulu mungkin kerjasamanya hanya dalam bentuk memasang banner, tapi kemudian berkembang juga dengan banyaknya klien yang minta dituliskan review. Kadang yang mau beriklan di kami pun tidak hanya produk untuk perempuan, kenapa klien tetap mau pasang iklan di kami meski mereka tidak menjual produk untuk perempuan karena mereka pikir perempuan di dalam keluarga itu adalah pembuat keputusan dalam membeli barang-barang di rumah,” ujar Hanifa.

Selain dari iklan, juga ada permintaan dari klien untuk dibuatkan acara. Klien terkadang juga meminta dibuatkan video tutorial dan permintaan survei tentang produk mereka di mata konsumennya , ang juga menjadi pembaca dan yang ada di forum Female Daily, serta mengetahui seperti apa kompetitornya mereka. Dibanding dengan menjalankan bisnis media cetak, dunia digital memberikan keluasan ruang tanpa batasan halaman seperti media cetak.

Situs hanyalah sebuah instrumen bisnis bagi Tiket.com. Hal fundamentalnya tetap bisnis itu sendiri, yang berarti harus ditopang dengan berbagai elemen kuat korporasi, seperti pemasaran, keuangan, legal, penjualan, dan posisi lain selayaknya ada dalam perusahaan.

Banyaknya pedagang dan UKM yang aktif berjualan, tentu juga mendatangkan keuntungan bagi Bukalapak, seperti dikatakan Achmad Zaky. Ia pun bercerita bagaimana para penjual berlomba-lomba mempercantik foto dagangnya, dan juga meningkatkan kualitas layanannya.

Sedangkan karena media berfungsi menyediakan bacaan yang menarik. Female Daily sebisa mungkin mengahdirkan konten menarik, yang bisa diukur melalui keterhubungan konten dengan pembaca. Jadi, penting sekali mengetahui apa yang pembaca suka, dan apa yang bisa direkomendasikan ke mereka.

Seperti apa promosi bisnis yang paling efektif?

Ketika sudah memulai bisnis yang penting diperhatikan juga adalah mengenai promosi bisnis itu. Menurut Zaky, kalau mau beriklan di televisi harus punya uang puluhan miliar dulu, baru efeknya terasa. “Media digital tingkat terpercayanya tinggi, dan endorsement via media sosial terbilang efektif, meski kurang terukur. Beriklan melalui Facebook dan Google juga masih efektif, apalagi kalau sampai dapat kata kunci yang ketika orang cari kata kunci sesuatu, bisnis kamu yang muncul paling atas,” ujar Zaky.

Menurut Zaky, penting untuk selalu mengukur apa yang kamu dapatkan dengan apa yang kamu keluarkan, sebagai kunci sukses. “Kalau kamu investasi ke Google Rp 100 juta dan kamu dapat untungnya Rp 200 juta, hajar terus saja. Untung yang kamu dapat kalau semakin besar, bisa kamu investasikan ke televisi,” lanjut Zaky.

Natali Ardianto pun melengkapi pernyataan Zaky. “SEO itu paling murah. AdWords itu bisa kita ukur untuk satu kata kunci itu berapa traffic-nya. Kalau sudah punya database email, jangan lupa untuk blast email, karena itu konversinya bisa mencapai 30 persen,” katanya. Jangan sepelekan menyebarkan informasi melalui email, karena mempertahankan konsumen yang sudah setia, lebih efektif dibanding dengan mencari konsumen baru.

Hanifa sepakat dengan Zaky yang mengandalkan iklan via Facebook. “Facebook itu masih juara untuk mendatangkan jumlah klik,” katanya. Di akhir acara, para pembicara pun memberikan wejangan bagi para peserta yang hadir. Natali memulai bisnis Tiket.com ketika usianya 30 tahun. “Buat kamu yang usianya masih di bawah 30. This is your time! Sekaranglah saatnya kamu mulai membuat sesuatu. Sekarang mungkin belum ada startup di industri online dari Indonesia yang jadi pemain ‘dewa’-nya, karena semua masih belajar. Nanti baru akan terlihat sekitar 5-10 tahun mendatang,” katanya.

Dengan internet yang akan semakin meraja di masa mendatang, Zaky pun yakin akan ada banyak miliuner baru yang lahir dari dunia internet, karena semakin terbukanya kesempatan untuk berwirausaha. “Kamu harus tumbuh secara mental, kalau buat startup cuma buat gaya-gayaan mending tidak usah. Misalnya visitor kamu hari ini 100, setelah tiga bulan masih segitu, ya kamu ngapain aja? Sense of growth ini harus ditanamkan dalam mental dan diukur setiap hari. Pengguna bertambah kamu boleh senang, tapi itu harus dijaga untuk tetap konsisten, jangan dulu merasa menang, biarkan diri selalu haus akan pertumbuhan,” katanya.

Hanifa juga memantapkan pesan dari dua pembicara lain, “Jangan cuma memikirkan pertumbuhan pengguna saja, tapi juga pikirkan bagaimana make money-nya, karena harus terjaga keberlangsungan bisnis itu sendiri secara mandiri. Jadi jangan mengharapkan investasi dari luar terus menerus,” kata Hanifa, menutup bincang-bincang yang mencerahkan itu, yang kemudian diakhiri dengan penampilan Abenk Alter bernyanyi menghibur penonton. (AR)

Abenk Alter bernyanyi menghibur penonton di akhir acara peluncuran Hitsss.com, berkolaborasi dengan LocalFest, di Grand Indonesia, Sabtu (5/9). (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)
Abenk Alter bernyanyi menghibur penonton di akhir acara peluncuran Hitsss.com, berkolaborasi dengan LocalFest, di Grand Indonesia, Sabtu (5/9). (Foto: Aprillia Ramadhina / Hitsss.com)