Nadiem Makarim, CEO Go-Jek, nampaknya tak membiarkan para pengguna, tim, hingga awak media untuk ‘beristirahat’ dari segala perkembangan dan pemberitaan baru mengenai Go-Jek. Kamis (21/1) lalu, Go-Jek secara resmi meluncurkan kompetisi Go-Video, yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Kompetisi ini merupakan kali pertamanya sebuah perusahaan teknologi menyediakan platform kepada talenta-talenta kreatif di Indonesia, untuk dapat berkompetisi memroduksi karya dalam bentuk video. “Kami memilih video, sebab segala aspek yang menunjang sebuah karya dapat dimasukkan ke dalamnya, mulai dari menulis skenario, penokohan, akting, manajemen produksi, musik, dan masih banyak lagi. Sehingga, siapa pun dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini,” jelas Nadiem, pada saat konferensi pers peluncurkan kompetisi Go-Video, di Midtown SCBD, Jakarta Selatan.

Nadiem Makarim, CEO Go-Jek. (Dok. Kartika Adyani / hitsss.com)
Nadiem Makarim, CEO Go-Jek. (Dok. Kartika Adyani / hitsss.com)

Secara khusus, Go-Jek yang tidak lepas dari tagline “Karya Anak Bangsa” ini memilih tema Indonesia Pilih Go-Jek untuk digunakan para peserta. “Segala macam format video, mulai dari film pendek, dokumenter, mockumentary, video musik, hingga stop-motion, dapat diikutsertakan dalam kompetisi ini. Sebab kami ingin melihat seberapa besar potensi dan kreativitas para kreator video dalam menuangkan tema yang kita miliki,” lanjut Nadiem.

Nadiem mengungkapkan, walaupun tim Go-Jek dilarang menyertakan video mereka dalam kompetisi ini. Namun, rasanya tidak masalah bila tim Go-Jek masuk sebagai pemeran dalam video, yang hanya boleh berdurasi 2-10 menit tersebut.

Properti serba Go-Jek juga dapat digunakan untuk melengkapi video yang kamu buat. “Kami tidak akan secara langsung meminjamkan. Kalian usaha sendiri saja, ya,” ungkap Nadiem lagi, sambil tertawa.

Para juri yang akan terlibat dalam penilaian kompetisi Go-Video. (Dok. Kartika Adyani / Hitsss.com)
Para juri yang akan terlibat dalam penilaian kompetisi Go-Video. (Dok. Kartika Adyani / Hitsss.com)

Turut hadir dalam acara tersebut, beberapa juri, selain Nadiem, yang bertugas untuk menilai hasil karya dari para peserta kompetisi Go-Video, antara lain Joko Anwar (sutradara), Robin Moran (sutradara), Keenan Pearce (creativepreneur), dan Ernanda Putra (creativepreneur). Mira Lesmana (sutradara) juga akan bertindak sebagai dewan juri.

Kompetisi ini telah dibuka dan akan terus menanti video-video terbaik hingga tanggal 31 Maret 2016. Peserta yang telah menyelesaikan video yang mereka produksi, harus menggunggah video tersebut ke akun Youtube mereka.

Setelah itu sertakan tautan video tersebut pada situs www.go-jek.com/video. “Kami akan melihat bagaimana reaksi penggemar Go-Jek terhadap video-video yang ikut pada kompetisi ini. Jumlah like dan komentar mereka tentu saja akan sangat mempengaruhi penilaian dari para juri,” ungkap Robin.

Duduk sebagai audiens, selain awak media, hadir pula agensi, komunitas, dan para influencer media sosial, yang nampaknya cukup terkejut saat mendengar paparan mengenai hadiah yang akan diberikan pada kompetisi ini. Hadiah utama berupa uang Rp 250 juta akan diberikan pada Best Short Video, selanjutnya ada Rp 50 juta bagi peraih Best Director, dan 50 juta rupiah untuk Viewers Choice.

Masing-masing kategori pemenang memiliki kriteria penilaiannya sendiri, namun semua juri setuju bahwa video yang mampu menggugah emosi, mampu menyampaikan pesan yang diinginkan melalui akting, serta memiliki nilai estetika yang baik, akan sangat menarik perhatian mereka. Best Short Video akan dipilih langsung oleh para juri berdasarkan hasil videonya.

Semetara Best Director akan dinilai dari kemampuan yang proses yang ia lakukan untuk menciptakan video terbaik. Sedangkan Viewers Choice merupakan hasil voting dari para penonton yang menyaksikan video tersebut.

Keenan berkomentar, hadirnya kompetisi ini akan membuka banyak peluang bagi para kretaor video yang selama ini tidak tahu arah mana yang harus ia tuju dalam mengembangkan karya-karyanya. “Lebih dari sekadar hadiah uang tunai, kompetisi ini akan memberikan exposure yang tiada batasnya untuk para peserta,” tutup Nadiem mengakhiri acara pada malam itu.

Memang, di Indonesia konten-konten video yang orisinil memang sedang marak diciptakan oleh siapapun. Bahkan terkadang tidak memerlukan properti yang banyak, hanya dengan mengangkat ponsel pintar, sebuah video dengan cerita di dalamnya dapat diciptakan. Pihak Go-Jek pun melihat hebohnya berbagai video yang di-posting di media sosial yang terkait dengan Go-Jek. Itulah yang menjadi dasar diadakannya kompetisi Go-Video. (KA)