Para pemilik bisnis UKM dibekali langkah-langkah untuk melakukan transformasi digital pada bisnisnya di acara DBS SME Academy. Mulai dari memanfaatkan e-commerce hingga mengelola akun perusahaan.

Selain menyediakan layanan untuk individu, sebagai penyedia layanan keuangan, Bank DBS juga memberikan layanan untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Salah satu cara yang dilakukan Bank DBS untuk membantu UKM mengelola bisnis mereka di luar perbankan adalah dengan meluncurkan DBS SME Academy.

Merupakan kolaborasi bersama antara Jurnal, Ralali, dan Evhive, DBS SME Academy juga adalah sebuah bentuk inisiatif lain di bawah naungan DBS Business Class, program kerja sama Bank DBS untuk membantu UKM semakin berkembang di era digital. Hingga saat ini program tersebut sudah memiliki 70.000 anggota di seluruh wilayah.

“Kami melihat pentingnya ikut berkontribusi pada pertumbuhan pesat bisnis UKM, termasuk membekali UKM dengan pengetahuan untuk membangun bisnis yang sukses,” ujar Steffano Ridwan, Managing Director Institutional Banking Group DBS Bank Indonesia.

Karena industri bisnis cepat berubah, pemilik bisnis harus cepat tanggap dengan perubahan di era digital, seperti bagaimana memanfaatkan e-commerce untuk meningkatkan penjualan, mengelola akun perusahaan dengan mudah, serta langkah-langkah untuk memulai transformasi digital.

Dalam acara ini, Jurnal memaparkan studi kasus bisnis mereka dengan membagikan topik mengenai cara mengelola keuangan korporasi dengan lebih efisien melalui penggunaan cloud accounting yang dapat melakukan proses entri data yang efisien untuk seluruh proses keuangan.

“Pengelolaan data bisnis yang terproses entri datanya akan sangat memudahkan serta hemat biaya karena biaya pemasangan dan pemeliharaan yang rendah,” papar Matthew Indrajana, Partner, Akrua Consulting, pembicara dari Jurnal.

Selain membahas pengelolaan teknologi yang lebih efektif dan efisien, pada acara ini juga didiskusikan tentang e-commerce yang dapat menunjang angka penjualan bisnis UKM.

“Pengelola UKM bukan hanya dapat memaksimalkan potensi pendapatan yang akan diperoleh namun juga sekaligus mendapatkan masukan terkait preferensi pasar melalui interaksi langsung dengan konsumen,” ujar Alexander Lukam, COO Ralali.com.

Dengan acara ini, pengelola UKM diharapkan dapat lebih paham teknologi sehingga dapat mempercepat laju bisnis, serta melakukan inovasi yang efektif dan efisien. (AR)