Sebagai pribadi yang cerdas dan dinamis, kamu tentu ingin sukses dalam mengelola dan mengembangkan keuangan yang ada. Namun untuk mencapainya, dibutuhkan kehati-hatian mendalam. Investasi merupakan keputusan yang kuantitatif. Karena itu, risiko dan kendalanya harus dipikirkan secara saksama. Simak beberapa saran mengenai teknik mengelola keuangan berikut ini:

  1. Investasi bagi hasil

Jika ingin menginvestasikan uangmu pada sistem bagi hasil, cobalah untuk meneliti personel yang mengelola perusahaan tersebut. Terutama latar belakang pendidikan yang relevan. Periksa pula kelengkapan administrasi yang dipilih seperti SIUP, NPWP dan pengesahan dari Departemen Kehakiman. Jika kamu berminat pada perusahaan tersebut, segera kunjungi lokasi investasinya. Perlu dicermati, pembagian hasil akan berjalan dua hingga empat bulan ke depan. Dan ingat, jangan pernah ikut ‘terjun’ dengan alasan sekadar coba-coba, sebab dibutuhkan pemahaman yang dalam terhadap bisnis tersebut.

2. Pasar saham

Pasar saham memang lebih berisiko, namun memiliki potensi keuntungan yang besar. Para pialang saham akan menjalankan berbagai cara pelayanan. Mereka akan membeli saham-saham atas permintaan kamu. Mereka memberikan semacam rekomendasi khusus, bila kamu sama sekali tidak tahu yang kamu cari. The Association of Private Client Investment Manager and Stockbrokers, tentunya akan memberi rincian mengenai pialang saham yang cocok dengan kamu. Untuk terlibat sampai tingkat investasi tinggi, mulailah mencoba dengan saham-saham kecil dalam jumlah kecil. Di sisi lain yang perlu dipahami, risiko investasi saham dapat dikurangi dengan waktu. Jika kamu dapat bertahan pada saham kamu selama 10 tahun atau lebih, kamu dapat menunggu pasar untuk pulih kembali dan normal dari ‘guncangan’ terburuk.

3. Reksadana

Reksadana merupakan sebuah alternatif untuk berinvestasi di pasar modal, selain caranya mudah juga mampu menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi dibanding bunga deposito. Namun ada beberapa saran yang perlu diperhatikan, bila investasi di reksadana, yaitu, pilih manajer investasi terbaik dengan mempelajari rekam jejak dalam pengelolaan secara jangka panjang. Kemudian, pilih reksadana yang sesuai tujuan dan batasan investasi kamu.

4. Properti

Belilah properti yang membutuhkan pembenahan dan perbaikan. Rumah-rumah yang sudah dalam kondisi siap huni, biasanya lebih mahal. Karena itu, walaupun agak sedikit ‘rusak’ kondisi rumahnya, kamu dapat memperbaikinya menjadi bagus. Di kemudian hari saat akan dijual kembali, kamu dapat menikmati keuntungannya.

5. Asuransi

Fisik manusia di masa mendatang penuh risiko. Jadi tak ada salahnya jika kamu menginvestasikan dana dalam bentuk asuransi. Tujuan asuransi sendiri selain melindungi jiwa orang, untuk dana pendidikan, kesehatan, juga ada yang memiliki nilai tabungan (investasi). Pelajarilah produk-produk asuransi yang tersedia.

6. Pensiun

Mempersiapkan diri untuk masa pensiun adalah langkah yang tepat dilakukan sejak usia muda. Dengan demikian kamu memiliki persiapan waktu yang panjang untuk merencanakannya secara matang. Sebab, pensiun dapat menyerupai ‘lorong gelap’ yang panjang, kecuali jika kamu telah mempersiapkannya sebaik mungkin. Konkretnya, persiapan secara detail di masa mendatang itu merupakan hal mutlak. Produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan, misalnya, bisa dijadikan alternatif investasi masa depan kamu dan keluarga. Atau mungkin kamu bisa mencoba merintis bisnis yang sesuai hobi. Itu pun langkah positif, untuk persiapan pensiun di masa depan. (Novranto Huntua)