Meski membagikan musik secara gratis alias berprinsip ‘sharing is caring’, bukan berarti seorang musisi jadi tak punya penghasilan. Duo elektronik pop, Bottlesmoker, ‘berbisnis’ di musik dengan cara lain.

Bertemu sejak zaman kuliah, serta membangun musik dari dalam kamar alias berkonsep bedroom music, duet yang membawakan musik elektronik asal Bandung, Bottlesmoker, tumbuh dan besar sejak tahun 2005 hingga saat ini. Mereka telah menjelma menjadi grup musik yang selalu dinanti penampilannya, lewat musik elektronik instrumental alias ‘indietronic’-nya.

Bottlesmoker yang digawangi dua personel, yakni Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Nobie Adzani (Nobie), hingga saat ini telah merilis tiga album yaitu Before Circus Over (2006), Slow Mo Smile (2008), dan Hypnagogic (2012). Di luar album penuh, mereka juga merilis album remix, b-side, dan sebagainya. Dan kini, Bottlesmoker juga tengah bersiap merilis album terbaru bertajuk Polarity, pada Juli 2016 mendatang.

Bottlesmoker juga bisa dibilang sebagai musisi yang ‘diam-diam go international’. Tak hanya jago kandang alias dikenal di lokal saja, nama Bottlesmoker pun sudah melanglang buana di luar negeri. Bottlesmoker pernah melakukan tur Asia, beberapa kali bermain di festival musik, dan juga mendapat penghargaan di ajang musik luar negeri. Satu yang tak pernah berubah dari Bottlesmoker, mereka tetap berciri khas membagikan musiknya secara gratis.

Dok. Bottlesmoker
Dok. Bottlesmoker

Baca halaman selanjutnya: Maksimalkan platform media sosial untuk berbagi dan promosi…