Kamu sudah mendirikan startup dan ingin mendapatkan investasi, tapi bingung ke mana mencarinya? Kamu bisa mencoba mendaftar ke GEPI.

Belum tahu apa itu GEPI? GEPI atau Global Entrepreneurship Program Indonesia merupakan lembaga nirlaba yang bertujuan untuk mengembangkan entrepreneurship melalui dua program, yaitu CGI (Ciputra GEPI Incubator) dan ANGIN (Angel Investment Network).

“Untuk program CGI, melingkupi program inkubasinya sendiri, co-working space dan ada event space. Inkubasi ini berupa one on one mentoring. Jadi satu startup punya satu mentor dan program ini berjalan enam bulan. Setelah program berakhir, mereka akan mendapat kesempatan pitching di depan investor,” ujar Cheisy Zevanya, Program Officer GEPI.

Program inkubasi ini cocok untuk startup kamu yang baru akan diluncurkan atau masih di tahap awal. Mentor-mentor yang akan membimbing di program inkubasi bagi startup-startup baru ini adalah entrepreneur dan pendiri startup yang sudah berpengalaman, di antaranya Achmad Zaky, pendiri Bukalapak, dan William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia.

Untuk bisa mengikuti program inkubasi, startup kamu akan dinilai potensinya melalui berbagai pertimbangan oleh tim khusus yang menganalisa. “Dinilai juga pertumbuhannya. Tidak hanya startup yang ide-idenya bagus, tapi pentingnya juga dinilai sustainability-nya,” papar Cheisy.

Investasi dari Angel Investor

Untuk bisa mengikuti program ANGIN, kamu juga harus mengisi formulir online. Data yang kamu isi akan di-review. Kalau lolos seleksi analisa, kamu akan diundang pre-pitching. Jadi pitching di depan tim ANGIN terlebih dulu. Setelah lolos lagi, baru kamu akan pitching di depan Angel Investor.

“Untuk di program ANGIN, kami punya Angel Investor. Mereka ini yang menginvestasikan dana pribadi untuk membantu startup yang sudah berjalan dan siap ekspansi. Itu bedanya dengan program inkubasi. Besar dana yang bisa diperoleh startup berkisar Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar. Selain dana, kami juga kasih jejaring dan pembinaan,” jelas Cheisy.

Angel Investor ini biasanya pengusaha yang punya bisnis konvensional. Dengan menjadi Angel Investor di GEPI, mereka punya kesempatan untuk terlibat di ruang lingkup bisnis baru, sebab GEPI fokus di bisnis yang berkaitan dengan teknologi dan social enterprise.

Kantor GEPI yang juga menjadi co-working space. (Foto: Dok. GEPI)
Kantor GEPI yang juga menjadi co-working space. (Foto: Dok. GEPI)

Co-working Space untuk Startup

Startup baru biasanya memiliki jumlah tim yang tidak terlalu banyak dan belum punya kantor. Kantor GEPI yang berlokasi di DBS Tower Lantai 9, Ciputra World 1, Jakarta Selatan, ini juga sejak 2013 menjadi co-working space bagi startup-startup, baik yang mengikuti program inkubasi di GEPI maupun sekadar menyewa tempat. “Co-working space inilah kantor mereka. Kami bisa bikin surat domisili untuk yang sewanya minimal enam bulan,” lanjut Cheisy.

Di dalam co-working space GEPI, ada sekitar 20-30 startup yang bekerja di sini untuk melakukan kegiatan operasional. Untuk biayanya, dikenakan sebesar Rp 500 ribu per orang tiap bulannya. Selain co-working space, GEPI juga menyediakan event space. Acara yang biasanya diadakan di sini, berkaitan dengan dunia wirausaha. GEPI pun tiap bulannya mengadakan acara gratis terbuka untuk umum. Tanggal 25 Agustus lalu, misalnya, mereka mengadakan acara bertema “Google App Success: Right Out of The Package” menghadirkan pembicara Liz Yepsen, Program Manager untuk Google Developers Launchpad. (AR)