Bakat-bakat kreatif nan luar biasa dalam produksi karya video terungkap lewat kompetisi Go-Video “Indonesia Pilih Gojek”, yang telah mengerucut menjadi 20 terbaik. Masyarakat bisa ikut memilih video terfavorit pada 11 – 30 April 2016.

Go-Jek baru saja mengumumkan 20 video pendek terpilih, kiriman peserta Go-Video Competition 2016 bertema “Indonesia pilih Go-Jek”, untuk menjadi video terfavorit pilihan penonton. Kedua puluh video itu disaring dari total lebih dari 600 video yang masuk.

Pemenang kompetisi Go-Video akan ditentukan oleh dewan juri, yang berasal dari industri film dan kreatif, antara lain Joko Anwar (sutradara), Robin Moran (sutradara), Mira Lesmana (produser), Keenan Pearce (creative entrepreneur), Ernanda Putra (creative entrepreneur), dan Nadiem Makarim (CEO Go-Jek).

Chief Marketing Officer (CMO) Go-Jek, Piotr Jakubowski, mengaku kagum dengan karya-karya video yang masuk ke meja panitia. Menurut Piotr, sejak kompetisi diumumkan sekitar 2,5 bulan lalu, karya-karya yang masuk begitu luar biasa.

“We’re blown away, and we’re super happy. Susah sekali memilihnya dari karya yang sudah masuk, karena tidak sedikit yang bagus storytelling-nya, craft-nya, beberapa kualitasnya layak masuk bioskop,” kata Piotr, saat berbicara dalam konferensi pers, Senin (11/4/2016).

Piotr mengatakan, dari kompetisi ini bisa terlihat kreativitas dan karya dalam membuat kara video dari orang-orang Indonesia itu sangat luar biasa. “Video-video kiriman peserta Go-Video ini sangat menghibur. Bisa bikin tertawa, kagum, sampai menangis terharu. Kami sangat senang melihat hasil kiriman peserta yang luar biasa,” ujar Piotr.

Baca halaman selanjutnya:

Sementara salah satu juri kompetisi Go-Video, Robin Moran, mengatakan, “Selain kreativitas dan kemampuan teknis yang baik, saya kagum karena banyak peserta yang berhasil menangkap dengan cermat kejadian sosial di masyarakat, dalam hal ini kaitannya dengan Go-Jek. Kepekaan sosial ini juga penting dimiliki sineas perfilman Indonesia.”

Kriteria penjurian Go-Video sendiri tidak hanya meliputi aspek teknis seperti teknik visual, sinematografi dan akting, tetapi juga kemampuan storytelling yang kuat. “Kalau dari saya sendiri sebagai juri, saya melihat esensi spirit Go-Jek. Kriteria saya dalam memilih video bagus adalah born out of love, and its giving love back to society,” kata Robin.

Lebih lanjut Piotr mengatakan, salah satu misi Go-Jek adalah untuk dapat berbagi kebaikan. Begitu juga ketika mengadakan kompetisi Go-Video ini, Piotr ingin video-video kiriman peserta bisa memberikan inspirasi positif bagi masyarakat luas, juga untuk mitra driver.

Kompetisi ini juga diadakan untuk memperingati satu tahun peluncuran aplikasi Go-Jek. “Ketika kami melakukan revolusi di ranah transportasi, salah satu kunci utamanya adalah kreativitas. Karena itu, kami berharap dapat terus memacu kreativitas anak bangsa, termasuk lewat kompetisi Go-Video,” jelas Piotr.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini untuk memilih video terfavorit (viewer’s choice). Caranya, dengan memilih peserta favorit di situs http://govideo.go-jek.com, pada 11 April hingga 30 April 2016. Video degan suara terbanyak akan memenangkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 50 juta.

Karya 20 video terbaik

Diungkapkan Robin, karya-karya kompetisi Go-Video yang masuk memang beragam, ada yang fiksi, ada yang dokumenter, ada inspired by a true story. Durasi kebanyakan 10 menit.

Baca halaman selanjutnya: mulai dari perorangan hingga kelompok…