Menjadikan hobi sebagai profesi tidak selalu menyenangkan. Ada dampak buruk yang bisa kamu rasakan, salah satunya kehilangan keseimbangan hidup.

Ada yang bilang, tidak ada yang lebih menyenangkan selain hobi yang dibayar. Itu berarti, ia memilih pekerjaan dan karier yang dijalaninya berdasarkan hobi yang ia sukai. Tentunya kamu juga sering mendengar nasihat untuk memilih pekerjaan sesuai dengan passion.

Padahal, ada sisi buruknya juga dari saran semacam ini. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada hobi yang menjadi pekerjaan dan kemudian malah memberikan tekanan berlipat ganda. Ini dampak buruk yang bisa kamu alami jika menjadikan hobi sebagai profesi.

1. Kamu tidak lagi punya pelarian yang menyenangkan

Jika pekerjaanmu berbeda dengan hobimu, kamu bisa punya pengalihan ketika stres karena kerja. Ketika hobimu menjadi pekerjaan, kamu bisa tidak lagi menikmati hobimu lagi. Apa yang selama ini membuatmu merasa lebih hidup menjadi alasan kamu merasa muak.

Sejatinya sebuah hobi adalah kegiatan seru yang menghibur dirimu darimu dari segala penat yang menyiksa. Bayangkan jika pekerjaan berdasarkan hobimu itu yang memberikan tekanan, ke mana lagi kamu harus berlari?

Ketika hobi menjadi kewajiban, akan ada keharusan di sana, yang bisa jadi menjadi keterpaksaan. Hal yang dijalani karena terpaksa tidak akan lagi menyenangkan.

2. Orientasi tidak lagi pemenuhan diri tapi tentang materi

Hobi biasanya dijalani untuk pemenuhan diri. Ketika menjadi pekerjaan, apa yang kamu kejar bisa menjadi berubah arah. Saat kamu pikir uang yang kamu dapatkan tidak sebanding, bisa saja kamu merasa karyamu begitu buruk. Ketika kamu mendapat tuntutan dalam pekerjaan, kamu pun terus menerus menuntut dirimu juga. Tuntutan inilah yang sangat mungkin membuat keseimbangan hidupmu menjadi terganggu. Tujuan pemenuhan diri terganti menjadi mengejar materi ketika kamu menjadikan hobi sebagai profesi.

Next: Mengeringnya kreativitas