Panggilan jiwa dalam bekerja bukan ditunggu dan ditemukan, tapi diperjuangkan.

Apakah pekerjaanmu sekarang sesuai dengan panggilan jiwamu? Mungkin kamu masih terombang-ambing apakah pekerjaanmu sudah sesuai dengan tujuan hidupmu atau tidak. Ada kalanya kamu meragu dan ingin berpindah jalur karier. Pekerjaan yang sesuai dengan panggilan jiwa membuatmu merasa “penuh” dan “lengkap”. Lantas bagaimana cara mengetahui pekerjaan yang sesuai panggilan jiwa?

1. Panggilan jiwa sering kali berasal dari pengalaman yang sulit

Pengalaman adalah guru yang terbaik, termasuk pengalaman yang sulit. Saat mengalami keterpurukan atau hal-hal buruk bisa jadi momen itulah di mana kamu akan menemukan panggilan hatimu. “Mengalami hal-hal yang membuatmu terguncang bisa memperjelas apa yang menjadi panggilan jiwamu. Ini bisa mengarah ke perubahan yang drastis dalam hidupmu,” ujar David Isay, penulis buku Callings: The Purpose and Passion of Work (2016).

Untuk bisa menyadarinya, kamu perlu peka terhadap dirimu dan apa saja yang kamu alami. Saat merasa jatuh, kamu akan lebih tersadari untuk berkontemplasi tentang apa yang sebenar-benarnya ingin kamu kerjakan di sisa-sia hidupmu.

2. Lakukan yang terbaik, karena panggilan jiwa tidak bergantung dengan umur

Ada orang yang menemukan panggilan hatinya di usia muda, sementara ada juga yang ketika sudah paruh baya. Panggilan hati tidak bergantung dengan umur seseorang. Ada yang sekali bekerja langsung tahu panggilan hatinya. Ada yang harus melalui puluhan tahun bekerja baru menemukan panggilan hatinya.

Jadi, jika kamu merasa sudah cukup tua dan masih belum menemukan panggilan jiwamu, itu wajar. Karena tidak ada patokan waktu yang sama untuk semua orang. Kamu hanya perlu bersabar dan melakukan yang terbaik untuk setiap pekerjaan yang kamu lakukan.

Next: Panggilan jiwa: Irisan dari kemampuan terbaik, apresiasi, dan kebermanfaatan