H: Bicara mengenai gaya kepemimpinan, adakah filosofi yang Aoura terapkan?

ALC: Saya memperlakukan orang lain seperti saya ingin diperlakukan. Ketika menempatkan orang sesuai dengan passion, saya yakin orang itu akan bekerja dengan lebih baik. Saya selalu mencoba mendengarkan tim saya. Yang suka di bagian kreatif biarkan mereka di sana. Begitu pun misalnya mereka yang suka di bagian strategik, jangan biarkan dipusingkan dengan hal lain yang nggak dia nikmati. Dengan begitu mereka bisa lebih tumbuh.

Kalau kita melakukan hal yang benar-benar kita suka, hasilnya akan baik. Tapi bukan berarti kita nggak akan ngerasain capek, dan kesel. Ngelakuin yang kita suka itu tetap akan ada capek dan keselnya. Dan bukan berarti juga kita akan sukses. Biarpun kita melakukan hal yang kita suka, kita juga bisa aja gagal.

Misalnya, kamu suka nulis, tapi nggak berarti kamu bisa jadi penulis terkenal. Kamu harus usaha terus menerus sampai kamu bisa jadi penulis terkenal.

Tugas saya di sini melahirkan leader baru. Karena nggak mungkin saya sendirian mimpin 50 orang. Waktu saya nggak akan cukup. Saya butuh mentransfer pengetahuan saya. Saya sendiri pun juga masih belajar.

Next: Sosok istri menjadi inspirasi terbesar dalam berbisnis