H: Sebelumnya Aoura sendiri juga salah satu orang yang mendirikan Provoke, dan pindah ke Muvila. Memang punya ketertarikan yang besar dengan dunia media sejak lama?

ALC: Media itu passion saya. Saya termasuk orang yang beruntung mengerjakan apa yang memang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Saya suka dengan apa yang saya pelajari waktu kuliah, dan kini saya melakukan apa saya pelajari saat kuliah.

Dulunya, sebelum jadi majalah, Provoke itu cuma zine yang di-print di kertas A3 dan dilipat-lipat. Sempat tutup, baru kemudian saya terlibat ikut membangunnya. Akhirnya kami bikin Provoke menjadi majalah untuk anak SMA. Lambat laun, tahun 2009 saya ingin menggeser Provoke ke digital, tapi investor kurang percaya saat itu. Padahal, saya sendiri sudah mulai resah dengan masa depan media cetak, walaupun saat itu potensinya masih sangat baik. Ya sudah, saya putuskan ini waktunya saya move on.

Saya mulai bikin produksi film, sama Ben Soebiakto, kerja sama dengan sutradara seperti Hanung Bramantyo, Fajar Nugros, dan Awi Suryadi. Tahun 2010, saya mendirikan Muvila. Dan akhirnya Muvila tergabung ke Kapan Lagi Network (KLN) bersama berbagai media lainnya.

Tahun 2012 kami diakuisi Mediacorp Singapura. Tahun 2015 akhir, saya mulai merasa harus bikin sesuatu lagi, dan lahirlah Famous ID ini, yang saya yakin menjadi masa depan industri media digital. I think, this is the next what happening in digital media industry.

Saya termasuk orang yang peka dan sensitif dengan perkembangan ke depan. Kalau kita diam di satu tempat yang sama terus ya jadi dinosaurus. Berpindah dari media cetak ke digital, kemudian pindah ke network, banyak pelajaran yang saya dapat.

H: Selalu menjadi pendiri perusahaan, memang senang menciptakan sesuatu dan berpikir jauh ke depan?

ALC: Iya. Karena saya pikir, saya sudah mengerti apa yang menjadi kekuatan terbesar saya, dan kemampuan-kemampuan yang saya punya. Saya merasa saya memang tipe entrepreneurial. Saya jago bikin sesuatu dan di level tertentu saya butuh bantuan orang lain.

Next: Filosofi yang diterapkan dalam memimpin perusahaan