Rencana dan visi ke depan

Meski menarik, namun aplikasi ini terbilang terbatas jika hanya mengandalkan pengguna yang itu-itu saja. Dengan demikian, perlu menjaring sebanyak-banyaknya pengguna, agar semakin tersebar merata.

Untuk ini, Anton menjalin beberapa kerja sama dengan beberapa pihak sebagai promosi. Namun saat ini, dirinya lebih fokus untuk mengedukasi pengguna.

“Tantangan terbesar kami ialah mengajarkan kepada pengguna terutama dari sisi UX. Selain itu, berbagai masalah teknis dalam aplikasi, sambil jalan kami perbaiki. Wajar saja karena aplikasi jenis ini baru kami yang membuat,” katanya.

Dengan 2000 pengguna terdaftar, Neetip terus melakukan upaya untuk lebih memperluas jumlah pemakai. Sejauh ini, mereka berpromosi menggunakan beragam media sosial, seperti Facebook Ads, hingga promosi berbayar melalui influencer di media sosial yang berkaitan dengan travelling.

“Ke depan kami akan bekerja sama dengan beberapa pihak yang berhubungan dengan segmentasi travelling. Seperti Couchsurfing dan berbagai forum-forum traveller,” katanya. Meski menyasar kepada traveller lokal, tak tertutup kemungkinan juga bahwa traveller asing dapat menggunakannya jika ingin menitip barang dari Indonesia ke luar negeri.

Ke depan, Neetip juga akan berusaha fokus kepada pengembangan aplikasi yang sedikit berbeda. Misalnya, aplikasi untuk nebeng ataupun membuat courier service untuk mengantarkan barang yang dititipkan.

“Terkadang ada pengguna yang tidak ingin bertatap muka secara langsung, saat menerima titipan tersebut. Untuk itu, kami berencana ingin membuat semacam kurir atau dropbox point di tempat umum,” jelas Anton. (MTP/DI)