H: Apakah yang membuat Mineral Botanica berbeda dari merek kosmetika lainnya?

AL: Kami mencoba mendiferensiasikan produk kami dari segi inovasi. Kami memilih untuk berfokus di peluncuran produk dengan teknologi terbaru. Namun sepanjang perjalanan, kami juga menyadari akan adanya kebutuhan produk dasar. Untuk bahan baku, kami mengutamakan penggunaan mineral dan juga sari tumbuhan sebagai zat aktif. Karena produk kami diperuntukkan untuk pasar Indonesia pada umumnya, semua produk kami didaftarkan di MUI Jabar untuk mendapatkan sertifikat halal.

H: Dari mana anda mendapatkan modal awal usaha? Apakah alternatif permodalan untuk pengembangan bisnis berikutnya?

AL: Di awal usaha, kami bermodal dari keuntungan dari laba usaha sebelumnya, yaitu membuka beberapa gerai bubble milk tea yang cukup berhasil di Bandung. Sebisa mungkin kami menggunakan perputaran dari usaha untuk sebagian besar permodalan dan juga dari pinjaman bank. Beberapa alternatif pendanaan memang tersedia, tetapi pada saat ini kami akan memaksimalkan penggunaan cash flow internal.

H: Bisakah Anda menceritakan garis besar aktivitas sehari-hari dalam menjalankan bisnis? Apakah perbedaan peran Anda dan suami dalam struktur bisnis?

AL: Dalam sehari-harinya, saya lebih berfokus di pengembangan produk baru dan juga di sisi kreatif untuk pemasaran, sedangkan suami saya, yang juga menjabat sebagai CEO Mineral Botanica, lebih ke bidang keuangan dan akuntansi, dan juga memastikan bahwa pabrik bisa menyelesaikan produk sesuai target waktu.

H: Bagaimana menghasilkan ide dan inovasi baru untuk berbisnis? Apa strategi Anda dalam mengikuti tren kosmetik yang cocok untuk kaum millennial?

AL: Ide baru untuk bisnis bisa saja didapat dari obrolan dengan teman, saat membaca majalah mode, berita online dan juga informasi dari pemasok. Kami memang selalu mencoba untuk selalu stay ahead of the curve, namun dinamika perkembangan bisnis kosmetik nusantara saat ini sangatlah cepat. Jadi, di satu sisi kami mencari ide baru, di sisi lain kami juga sembari memperbaiki koleksi yang sudah ada.

Rentang perhatian (attention span) kaum millennial sangat singkat, dan dari beberapa data yang kami dapat, kebiasaan belanja mereka sangat berbeda dari generasi sebelumnya, tetapi persamaan selalu ada, yaitu mereka ingin produk yang berkualitas, dapat diandalkan (reliable) dan memiliki nilai yang maksimal (offer great value).

Selanjutnya: Trik pemasaran bisnis Mineral Botanica