4. Renata Owen

Foto: www.renataowen.com
Foto: www.renataowen.com

Renata Owen memulai karirnya sebagai ilustrator freelance sejak tahun 2013. Kliennya banyak yang berasal dari perusahaan multinasional. Gaya ilustrasi seniman digital kelahiran 1991 ini memperlihatkan detail yang rinci dan palet warna yang indah, terkadang juga terkesan dreamy. Ia yang merancang sampul buku Dru dan Kisah Lima Kerajaan yang ditulis oleh Clara Ng. Jika ingin melihat karya-karya Renata yang lain kamu bisa mengunjungi website pribadinya di www.renataowen.com.

5. Lala Bohang

Karya Lala Bohang "You Jump, I'm Going Home" (2014). Foto: www.lalabohang.com.
Karya Lala Bohang “You Jump, I’m Going Home” (2014). Foto: www.lalabohang.com.

Karakteristik gambar Lala Bohang bisa kamu temui di buku The Book of Forbidden Feelings (2016). Gambar-gambarnya yang menyiratkan  kepedihan, terasa begitu gloomy. Berisi prosa yang ia tulis, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang begitu mendukung perasaan-perasaan yang berhubungan dengan sakit hati, hingga kekosongan. Beragam ekspresi dari hal-hal yang painful, bisa dinikmati di buku ini.

6. Diela Maharanie

Foto: Instagram @dielamaharanie
Foto: Instagram @dielamaharanie

Awalnya, Diela berprofesi sebagai akuntan, tapi karena memang senang menggambar, Diela pun memutuskan untuk menjadi seniman profesional. Yang menjadi ciri dari ilustrasinya adalah menampilkan sosok perempuan, penuh warna dan pola. Cerah, ceria dan berani. Kesegaran dari karyanya ini yang menjadi daya tarik. Tidak hanya di dalam negeri, karya Diela juga telah merambah ke manca negara. Seperti salah satunya ia pernah ikut pameran seni ilustrasi South East South West (SESW) di Austin, Amerika Serikat pada tahun 2010. Project terbaru Diela bisa kamu lihat di sebuah sofa hasil kolaborasinya dengan Fabelio.com.

Next: Taqiyya Najiatullah