Peluang untuk menjadi technopreneur, pelaku wirausaha berbasis tekhnologi, semakin lebar seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi saat ini. Technopreneur sendiri merupakan penggabungan antara pemanfaatan teknologi dengan konsep entrepreneur (wirausaha).

Seorang technopreneur adalah seseorang yang berorientasi pada pemberian nilai tambah dalam suatu produk, terutama dengan inovasi dalam sisi teknologi. Sudah banyak bermunculan technopreneur sukses dunia saat ini. Dari mulai mereka yang mendirikan Facebook, Twitter, Microsoft, Google, dan lain sebagainya, hingga di Indonesia pun juga ada Kaskus hingga Go-Jek.

Untuk kamu yang ingin memulai bisnis di bidang teknologi atau terjun menjadi technopreneur, berikut ada beberapa tip yang harus diperhatikan. Bukan hanya kemampuan dasar mengenai pemrograman atau keahlian teknis yang merupakan kebutuhan lumrah.

Sesungguhnya ada beberapa sikap atau karakter yang harus dimiliki setiap wirausahawan yang ingin terjun ke dalam bisnis di bidang teknologi. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Hitsss, Nadiem Makarim, CEO Go-jek, bersedia memberikan lima tip dalam memulai bisnis di bidang teknologi. Mari kita simak!

Jangan takut mengambil risiko

Sikap ini dicontohkan Nadiem, tentang bagaimana menembus rasa takut terhadap risiko kegagalan atau cemoohan orang. Baginya, hidup ini terlalu singkat bila dipenuhi rasa takut.

Menurutnya, takut mengambil risiko berarti mengahalangi diri sendiri dalam melakukan berbagai hal, serta berinovasi di luar logika orang lainnya. Contohnya, keberanian Nadiem dalam mengembangkan Go-Jek memang patut diacungi jempol.

Dalam satu tahun aplikasi mobile Go-Jek telah memiliki 10 layanan. Ia memang yakin bahwa Go-Jek akan menyediakan berbagai layanan yang mampu memenuhi semua permintaan konsumen.

Rekrut tim terbaik

Memulai bisnis di bidang teknologi tidak dapat dilakukan hanya seorang diri. Kamu memerlukan orang-orang terbaik untuk mendukung dan melengkapi dalam penciptaan teknologi yang akan diaplikasikan pada bisnismu kelak.

Pada akhirnya, sebuah bisnis akan memiliki teknologi mutakhir berkat tim yang bekerja sama, bukan bergantung hanya dari satu orang talenta IT atau programmer saja. Go-Jek sendiri kini telah memiliki lebih dari 200 pegawai, yang mayoritas kebanyakan adalah tim untuk pengembangan teknologi pada Go-Jek. Sebagai perusahaan teknologi, talenta-talenta di bidang teknologi banyak dibutuhkan Go-Jek untuk menyukseskannya.

Feedback dari market wajib didengarkan

Sebagai sosok yang dirasa fasih terhadap pengembangan teknologi di dalam bisnis, kamu mungkin tidak begitu memahami posisi seorang konsumen, yang menggunakan produk atau jasa dari bisnis kamu. Tak jarang kamu akan merasa bahwa produk atau jasa yang kamu ciptakan sudah cukup sempurna.

Padahal, akan selalu ada bug atau kelemahan dari teknologi yang kamu bangun. Orang pertama yang merasakannya adalah konsumenmu sendiri. Dengarkan apa komentarnya mengenai produk atau jasa tersebut. Sehingga teknologi yang kamu ciptakan juga akan semakin berkembang menjadi lebih baik.

Pantang menyerah karena akan selalu ada solusi

Keuntungan berbisnis di bidang teknologi ialah kamu dapat menempuh berbagai pilihan cara untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Kreativitas juga sangat diperlukan dalam hal ini, sebab dapat memperluas daya pikirmu untuk menemukan pilihan-pilihan tersebut. Sikap pantang menyerah akan diikuti dengan solusi yang mungkin bisa diterapkan, akan melalui berbagai macam percobaan dan kegagalan untuk menemukan yang terbaik.

Bersenang-senanglah

Tidak seperti industri lainnya, bisnis di bidang teknologi dapat membawa perjalanan kariermu selangkah lebih mau dibandingkan orang lain. Bagaimana tidak, bila yang lainnya masih menyelesaikan persoalan dengan cara-cara konvensional, technopreneur sudah dapat menerapkan teknologi dalam permasalahan yang sama. Apalagi jika pasar menyadari bahwa bisnis yang kamu jalankan memiliki dampak sosial yang nyata di dalam kehidupan sehari-hari, tentunya itulah apresiasi terbaik yang akan diperoleh technopreneur. (KA)