Pakar ekonomi dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, punya lima kiat sukses untuk anak muda yang ingin bangkit dari keterpurukan dan raih sukses masa depan. Apa saja?

Siapa yang tak mengenal sosok Sri Mulyani Indrawati? Perempuan kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962 ini, saat ini dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan RI dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, sejak 27 Juli 2016.

Sebelumnya, peraih gelar doktor di bidang ekonomi dari University of lllinois Urbana Champaign, Amerika Serikat, ini menduduki jabatan prestisius sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010. Jabatan tersebut bukan hanya memberi kebanggaan, karena ia adalah perempuan sekaligus orang Indonesia pertama yang sukses menduduki posisi tersebut, tapi juga memberinya penghasilan tinggi yang mencapai 630.175 dolar Amerika Serikat per tahun, atau sekitar Rp 8,25 miliar per tahun.

Dibandingkan gaji seorang Direktur Pelaksana Bank Dunia, gaji sebagai menteri sangatlah jauh. Saat ini besaran total gaji menteri berada di kisaran Rp 19 juta per bulan, belum termasuk dana operasional.

Artinya dalam setahun, gaji seorang menteri berkisar Rp 216 juta. Namun, Sri Mulyani tentunya punya alasan sendiri meninggalkan kursi Direktur Pelaksana Bank Dunia, demi menjabat dan mengabdi sebagai Menteri Keuangan RI.

“Tugas sebagai Menteri Keuangan adalah sangat penting. Kenapa saya kembali? Karena ini adalah kepercayaan sekaligus kehormatan buat saya pribadi dan keluarga, untuk berbakti dan mengabdi pada bangsa dan negara,” ungkap Sri Mulyani.

Dok. kemenkeu
Via Kemenkeu.go.id

Sri Mulyani memang kerap menggelorakan semangat kecintaan pada bangsa dan negara, yang menjadi visinya dalam berkarya, khususnya pada generasi muda. Dalam berbagai pidato, sambutan atau kuliah umum di berbagai lembaga pendidikan, ibu dari tiga anak ini kerap memberikan inspirasi pada anak-anak muda untuk bangkit dari keterpurukan, dengan tekad kuat dan ketekunan demi meraih sukses di masa depan.

Sri Mulyani yang memprakarsai berdirinya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bertujuan membantu beasiswa bagi putra-putri Indonesia kuliah di luar negeri, mengungkapkan ada lima anggapan salah atau keliru, yang harus dibuang jauh-jauh oleh generasi muda, jika ingin meraih sukses.

Apa saja? Yuk, simak rangkuman Hitsss berikut.

1. Anggapan “Saya tidak Pandai (I am not clever)”.

Dok.getholistichealth.com
Via Getholistichealth.com

Saat kamu ingin mencapai satu keberhasilan, kadang ada satu hambatan atau ada satu keyakinan yang kerap melemahkan diri kamu, yaitu perasaan saya tidak pandai. Anggapan tersebut sebetulnya harus dibuang jauh-jauh. Kenapa? Karena akan membuatmu ragu dalam melangkah.

Percayalah, bahwa semua orang hakikatnya dilahirkan cerdas. Ketika seorang bayi lahir, Tuhan sudah menganugerahkan otak manusia satu triliun sel saraf untuk berpikir, dan mengembangkan diri.

Tugas kita untuk terus mengasah dan memaksimalkan potensi otak dan kecerdasan yang dimiliki, demi meraih sukses di masa depan.

2. Anggapan “Saya tidak berbakat (I am not talented)”

Dok. homespunhappening.tammy.blogspot.com
Vua Homespunhappening.tammy.blogspot.com

Mungkin ada di antara kamu yang berkata, “Bagaimana mungkin saya menjadi seorang pengusaha sukses? Saya tidak punya bakat berdagang. Ayah saya juga hanya seorang petani, yang tidak tamat SD”.

Sesungguhnya anggapan demikian harus dibuang jauh-jauh. Banyak pengusaha sukses nyatanya datang dari keluarga petani atau pegawai negeri sipil.

“I am not talented” tak boleh menjadi alasanmu untuk tidak berhasil dalam kehidupan ini. Sepanjang kamu mau terus belajar, berani mencoba, produktif, rajin, kerja keras dan tidak pernah menyerah, percayalah bahwa sukses dapat diraih.

Baca halaman selanjutnya: Anggapan “Saya tidak cantik/tampan”…

Comments